Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kontroversi India Open 2026: Polusi Ekstrem, Venue Kotor, hingga Monyet Masuk Tribun

Magang Radar Jogja • Senin, 19 Januari 2026 | 11:47 WIB
India Open 2026.
India Open 2026.

RADAR JOGJA - Gelaran BWF India Open Super 750 tahun 2026 di New Delhi, India, tengah menjadi sorotan publik.

Hal ini dipicu oleh berbagai kontroversi yang mewarnai turnamen tersebut sejak resmi dimulai pada 13 Januari - 18 Januari 2026 lalu.

Berbagai isu negatif, mulai dari buruknya kebersihan arena turnamen hingga gangguan hewan liar, menjadi perhatian utama.

Selain itu, kualitas udara di New Delhi yang buruk juga semakin memperparah gelaran turnamen ini.

Sejumlah pebulu tangkis papan atas dunia secara terbuka mengkritik standar kebersihan selama event ini berlangsung.

Bahkan, salah satu pemain unggulan memilih mundur dari turnamen ini demi menjaga kondisi kesehatannya.

Ditengah ramainya isu negatif dalam gelaran event ini, The Badminton Association of India (BAI) cenderung bersikap defensif dalam menanggapi isu yang ramai dibahas dalam komunitas para penggemar bulu tangkis ini.

Polusi Udara Menjadi Ancaman Kesehatan


Melansir ESPN India, Kualitas udara di New Delhi menjadi menjadi ancaman serius bagi para pemain.

Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat berada di angka 246 yang masuk kategori parah.

Bahkan sempat menyentuh angka 348 (sangat buruk) pada hari Rabu (14/1/2026).

Dampaknya sangat terasa bagi kondisi fisik para pemain yang bertanding.

Loh Kean Yew, pemain asal Singapura, mengungkapkan bahwa stamina para pemain turun hingga dua level dibandingkan minggu sebelumnya di turnamen Malaysia Open.

Loh Kean Yew juga mengatakan dirinya mengalami gangguan pernapasan, sehingga harus selalu mengenakan masker setiap harus keluar ruangan.

Di sisi lain, tunggal putra Denmark, Anders Antonsen, bahkan menolak pergi ke turnamen ini karena kondisi polusi udara ekstrem tersebut.

"Saya rasa ini bukan tempat untuk menyelenggarakan turnamen bulu tangkis," tulisnya dalam story Instagram-nya.

Akibat keputusan ini, Anders Antonsen harus menerima sanksi denda sebesar $5.000 dari Badminton World Federation (BWF).

Kebersihan Venue Dinilai Tidak Layak


Standar kebersihan pada venue juga menjadi sorotan tajam para pemain.

Mia Blichfeldt, pemain peringkat 20 dunia asal Denmark, secara vokal menyebut kondisi hall sangat kotor dan tidak sehat bagi para pemain.

Blichfeldt sebelumnya berharap perpindahan lokasi venue turnamen tahun ini akan membawa perbaikan kondisi, namun kenyataannya tidak sesuai harapan.

"Saya sebenarnya berharap ini akan lebih baik dari tempat yang satunya. Saya pikir kondisinya masih sangat kotor dan benar-benar tidak sehat bagi semua pemain," kata Blichfeldt, dikutip dari ESPN India pada (19/1/2026).

Suhu Dingin Hambat Pemanasan


Selain masalah kebersihan venue, suhu di dalam venue yang terlalu dingin menjadi kendala yang dikeluhkan oleh para pemain.

Mia Blichfeldt dan sejumlah pemain lainnya mengeluhkan suhu yang terlalu dingin di dalam venue yang menghambat proses pemanasan para pemain, bahkan para pemain terpaksa harus melakukan pemanasan dengan mengenakan pakaian berlapis-lapis.

Pemain asal Thailand, Ratchanok Intanon, mengatakan bahwa pemain membutuhkan alat pemanas di lapangan agar pemanasan para pemain tidak terganggu.

Hal senada juga diungkapkan oleh pemain asal Kanada, Michelle Li.

Menurutnya kondisi suhu di dalam arena yang menyulitkan persiapan para pemain.

"Saya merasa agak kedinginan, sulit untuk melakukan pemanasan di sana," ungkap Michelle Li.

Gangguan Hewan Liar: Monyet dan Kotoran Burung


Keamanan area venue selama turnamen ini juga sangat dipertanyakan setelah adanya gangguan dari hewan liar saat pertandingan tengah berlangsung.

Seorang fotografer, Azlynna Dewi, melalui unggahan story Instagram, membagikan momen seekor monyet liar yang berada di tribun arena utama venue saat pertandingan berlangsung.

Kejadian serupa juga dialami oleh pemain ganda asal Korea, Kang Min-hyuk, di lokasi berbeda.

Ia juga mendapati monyet liar yang masuk ke venue latihan di KD Jadhav Hall.

Lebih parah lagi, pada pertandingan babak kedua antara HS Prannoy dan Loh Kean Yew.

Pertandingan terpaksa dihentikan dua kali karena kotoran burung jatuh tepat di atas lapangan.

The Badminton Association of India (BAI) Bersikap Defensif


Sekretaris Jenderal BAI, Sanjay Mishra memberikan serangkaian tanggapan terkait berbagai isu yang dikeluhkan para pemain selama gelaran India Open yang cenderung defensif dalam menghadapi situasi yang terjadi.

Terkait isu polusi di New Delhi yang disampaikan beberapa pemain, Sanjay Mishra mengatakan bahwa masalah polusi berada di luar kendali mereka.


"Polusi bukanlah hal yang bisa kami kendalikan. Tidak akan ada masalah suhu dingin maupun polusi pada bulan Agustus, dan untuk mengatasi hawa panas kami telah memiliki sistem pendingin udara, jadi tidak akan ada masalah," ujar Sanjay Mishra.

Bahkan dirinya juga membantah sekaligus menuding terkait komentar pebulu tangkis Denmark, Anders Antonsen yang dianggapnya mengandung unsur politik.

"Tidak ada tempat untuk politik dalam olahraga ini. Tidak benar untuk mendukung mereka yang mengkritik bangsa kita dari luar negeri," tambahnya.

Kemudian Sanjay Mishra juga menepis keluhan isu kebersihan di lapangan yang disampaikan oleh pemain tunggal putri asal Denmark, Mia Blichfeldt.

Menurutnya, venue tempat bertanding para pemain selama gelaran India Open 2026 ini sudah dijaga kebersihannya, sehingga bebas dari kotoran, termasuk kotoran burung.

"Sebagai seorang atlet yang lebih sensitif terhadap debu dan faktor lingkungan, ia hanya berbagi pandangan pribadi tentang bagaimana kondisi tersebut terkadang berdampak pada kesehatannya. Arena pertandingan telah dijaga agar tetap bersih, bebas kotoran, serta bebas dari gangguan burung. Beberapa pemain pun telah menyatakan kepuasan mereka terhadap kondisi di venue tersebut," tegas Sanjay Mishra.

Hal ini menjadi cukup ironis, dimana hanya berselang dua hari setelah tanggapan Sekjen BAI tersebut, sebuah pertandingan harus dihentikan karena gangguan kotoran burung dara yang jatuh di lapangan.

Menanggapi keluhan soal suhu dingin di venue, Sanjay Mishra menyatakan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyediakan fasilitas pemanas.

Ia juga kembali menegaskan kepada publik agar tidak hanya mendengarkan informasi dari satu pihak saja terkait permasalahan tersebut.

"Ya, cuaca di Delhi memang sedang dingin, jadi kami menyediakan alat pemanas dan para pemain mengapresiasinya. Kita tidak semestinya hanya berpatokan pada komentar satu pemain saja, mungkin dia memang lebih sensitif." ujar Mishra.

Sekjen BAI kembali memberikan sebuah tanggapan yang cenderung defensif pada masalah ini, padahal ada beberapa pemain yang mengeluhkan masalah yang sama ini.

Kemudian, Sanjay Mishra juga memberikan tanggapan terkait masalah monyet liar yang bisa masuk ke kursi penonton saat pertandingan berlangsung.

Dirinya beralasan bahwa stadion tempat berlangsungnya India Open 2026 ini dikelilingi oleh area hijau yang merupakan habitat dari para monyet ini.

"Kami mengambil segala langkah yang diperlukan untuk memastikan pintu-pintu tetap tertutup rapat. Stadion ini dikelilingi oleh area hijau yang luas, yang memang merupakan bagian alami dari lingkungan sekitar. Kami terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menjaga suasana pertandingan agar tetap aman dan terkendali," ungkapnya.

Pernyataan Resmi BWF


Badminton World Federation (BWF) juga memberikan klarifikasi untuk meredakan situasi ini. Dalam pernyataan resminya BWF mengakui bahwa faktor kondisi musiman seperti kabut asap dan cuaca dingin menjadi tantangan tersendiri.

BWF juga menyatakan beberapa isu yang mengganggu selama gelaran India Open 2026 ini telah ditangani oleh The Badminton Association of India (BAI).

"Sementara pada beberapa area implementasi, termasuk kebersihan umum, higienitas, serta kontrol hewan memerlukan perhatian, BAI telah bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini," tulis BWF dalam pernyataan tersebut.

BWF menambahkan bahwa venue India Open 2026, yakni Indira Gandhi Sports Complex merupakan peningkatan signifikan dari venue sebelumnya dan memenuhi persyaratan Field of Play untuk menyelenggarakan BWF World Championships.

Selain itu BWF juga menegaskan komitmennya dalam menjamin lingkungan yang aman dan berkualitas tinggi bagi seluruh pemain.

"Prioritas kami tetap memastikan lingkungan yang aman dan berkualitas tinggi bagi seluruh peserta, dan kami yakin hal ini akan memenuhi harapan semua pemangku kepentingan. Kami berterima kasih kepada para pemain dan tim atas masukan berharga mereka dan menegaskan kembali komitmen kami untuk perbaikan berkelanjutan dalam kemitraan dengan BAI," tutup BWF.

(Aqbil Faza Maulana)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#polusi #gangguan hewan liar #India Open 2026 #kontroversi #venue #Ekstrem