RADAR JOGJA – Pelatih Maroko, Walid Regragui mengatakan kegagalan eksekusi penalti Brahim Diaz di menit akhir dalam laga final Piala Afrika melawan Senegal bukan semata-mata kesalahan sang pemain.
Menurutnya, kegagaln tersebut terjadi karena jeda waktu yang cukup lama setelah para pemain dan staff kepelatihan Senegal memilih untuk meninggalkan lapangan setelah arahan dari pelatih Pape Thiaw.
Walk-off yang dilakukan Senegal terjadi setelah wasit memutuskan penalti diberikan untuk Maroko setelah Brahim Diaz dilanggar El Hadji Malick Diouf.
Para pemain Senegal akhirnya kembali setelah penundaan 14 menit dalam pertandingan setelah pemain andalan Sadio Mane masuk ke ruang ganti untuk menyemangati mereka agar kembali ke pertandingan.
Sayangnya, tembakan Diaz dengan cara Panenka yang buruk berakhir dengan kegagalan total saat kiper Senegal, Edouard Mendy mampu menangkap bola dengan mudah.
"Saya pikir banyak waktu berlalu sebelum Brahim mampu mengambil penalti, dan ini membuatnya kehilangan fokus," kata Regragui.
"Pertandingan yang kami jalani memalukan bagi Afrika.
"Ketika seorang pelatih kepala meminta para pemainnya untuk meninggalkan lapangan, ketika dia mengatakan hal-hal yang sudah dimulai di konferensi pers [sebelum pertandingan, ketika Senegal menuduh Maroko menggunakan taktik yang tidak sportif]... dia perlu tetap berkelas, baik dalam kemenangan maupun kekalahan."
"Apa yang dilakukan Pape Thiaw malam ini tidak menghormati Afrika. Dia sekarang adalah juara Afrika, jadi dia bisa mengatakan apa pun yang dia mau, tetapi mereka menghentikan pertandingan selama lebih dari 10 menit.
"Itu tidak membenarkan cara Brahim menendang [penalti], dia menendangnya seperti itu dan kita harus bertanggung jawab." Kita perlu melihat ke depan sekarang, dan menerima bahwa Brahim melewatkannya."
Beberapa menit memasuki babak perpanjangan waktu pertama, Pape Gueye dari Senegal mencetak gol yang menakjubkan dari luar kotak penalti untuk memberi timnya keunggulan yang memastikan kemenangan.
Keunggulan Senegal tersebut bertahan hingga laga usai dan memastikan diri meraih gelar kedua Piala Afrika mengalahkan tuan rumah Maroko.
Editor : Satria Putra Sejati