JOGJA - Kapten tim PSIM Jogja Reva Adi Utama tidak hanya memegang peran penting saat tim berlaga di atas lapangan.
Di luar pertandingan, pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu juga menjadi sosok sentral dalam menjaga keharmonisan tim, khususnya dalam menjembatani komunikasi serta adaptasi antara pemain lokal dan pemain asing di skuad Laskar Mataram.
Pada kompetisi BRI Super League 2025/2026, Reva Adi dipercaya Pelatih Jean Paul van Gastel untuk mengemban ban kapten utama PSIM.
Penunjukan itu bukan tanpa alasan. Selain faktor kepemimpinan, kemampuan Reva dalam berkomunikasi, termasuk menggunakan bahasa Inggris, menjadi salah satu pertimbangan penting di tengah komposisi tim yang dihuni sejumlah pemain asing.
Peran Reva sebagai pemimpin ruang ganti juga terlihat dari caranya memandang seluruh pemain secara setara, tanpa membedakan status lokal maupun asing.
Menurutnya, setiap pemain yang dipilih oleh manajemen dan pelatih sudah melalui pertimbangan kualitas masing-masing.
"Bagi saya semuanya sama saja. Karena sebelumnya kita semua sudah dipilih dari manajemen. Pelatih juga pasti memilih pemain itu pasti sesuai kualitasnya masing-masing," ujar Reva Adi, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan, dalam sebuah tim tidak boleh ada pemain yang merasa lebih besar dibandingkan yang lain. PSIM, menurut Reva, juga dibangun atas dasar kerja sama dan saling mendukung antarpemain.
"Setiap pemain itu pasti dia tahu kapasitasnya seperti apa. Jangan sampai ada pemain di tim itu merasa paling besar sendiri karena kita ini kerja tim," lanjutnya.
Pemain dengan nomor punggung 35 itu juga menilai pencapaian seperti gelar pemain terbaik merupakan buah dari kerja keras personal. Namun tetap tidak bisa dilepaskan dari dukungan tim secara keseluruhan.
"Kalau ada beberapa pemain yang jadi best player, itu hadiah buat dia karena mungkin kerja keras dia. Kemauan dia untuk membuat lebih di lapangan. Jadi kita semua pemain support setiap pemain," tegasnya.
Sikap itu mencerminkan peran Reva Adi bukan hanya sebagai kapten secara simbolis, tetapi juga sebagai pemersatu di dalam tim.
Di tengah anggapan umum bahwa pemain asing kerap diposisikan lebih dominan, kepercayaan ban kapten kepada Reva menjadi bukti bahwa kepemimpinan, karakter, dan komunikasi tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan PSIM musim ini. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun