JOGJA - Musim perdana membela PSIM Jogja sekaligus merasakan atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia menjadi pengalaman berharga bagi bek asal Argentina, Franco Ramos Mingo.
Pemain berusia 28 tahun itu mengaku merasakan langsung ketatnya persaingan di BRI Super League 2025/2026 yang semakin sengit dari pekan ke pekan.
Franco yang lahir pada 18 September 1997 itu, hingga saat ini sudah tampil dalam 14 pertandingan bersama Laskar Mataram.
Ia hanya sekali absen akibat akumulasi kartu kuning, selebihnya selalu menjadi pilihan utama Pelatih Jean Paul van Gastel untuk mengawal lini pertahanan, baik saat berduet dengan Yusaku Yamadera maupun Rendra Teddy.
Dari berbagai laga yang telah dijalani, salah satu momen yang paling membekas bagi Franco adalah ketika PSIM menghadapi Persija Jakarta.
Meski PSIM kalah 2–0, ia menyebut atmosfer pertandingan itu sangat luar biasa dan memecahkan rekor penonton terbanyak di Super League musim ini.
"Laga melawan Persija ada lebih dari 50.000 penonton, itu luar biasa. Sebagai pemain Anda pasti ingin selalu bermain di stadion yang penuh," katanya, Minggu (4/1/2026).
Tidak hanya bermain di hadapan puluhan ribu penonton, Franco juga merasakan situasi yang bertolak belakang saat PSIM bertemu Persijap Jepara, yakni bermain tanpa kehadiran penonton. Kondisi itu justru menjadi pengalaman tersendiri baginya.
"Laga tanpa penonton dan itu situasi yang berbeda. Tapi kami harus terbiasa dengan keduanya, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang. Ini tetap menyenangkan," ungkapnya.
Memasuki enam bulan masa adaptasi di Indonesia, Franco mengaku semakin nyaman, baik dalam konteks pertandingan maupun kehidupan sehari-hari di Jogja. Ia menyebut dukungan tim dan lingkungan klub membuat proses adaptasinya berjalan mulus.
"Ya, ini musim pertama saya, tetapi saya rasa rekan tim saya, staf pelatih, dan semua orang di klub ini membuat segalanya menjadi mudah bagi saya untuk beradaptasi. Jadi, saya sangat senang berada di sini," tuturnya.
Selain itu, tak hanya menjadi andalan di lini belakang, Franco kini juga dipercaya sebagai kapten kedua PSIM oleh Van Gastel. Tanggung jawab itu disambutnya dengan antusias karena bukan pengalaman baru baginya.
"Saya pernah menjadi kapten di tim sebelumnya, dan ini keputusan manajemen. Saya sangat senang karena ini menunjukkan profesionalisme yang saya tunjukkan di setiap latihan dan setiap pertandingan. Saya berterima kasih untuk itu," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun