Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perselisihan dengan Dewan Direksi Chelsea, Enzo Maresca Tegaskan Siap Mengundurkan Diri Sebagai Manajer Klub

Satria Putra Sejati • Kamis, 1 Januari 2026 | 12:55 WIB
Manajer Chelsea, Enzo Maresca rayakan kemenangan atas Cardiff City di Carabao Cup bersama suporter
Manajer Chelsea, Enzo Maresca rayakan kemenangan atas Cardiff City di Carabao Cup bersama suporter

RADAR JOGJA - Enzo Maresca dikabarkan siap mengundurkan diri sebagia manajer Chelsea setelah perselisihan besar dengan dewan direksi klub.

Maresca yang berasal dari Italia tidak hadir dalam konferensi pers pasca pertandingan setelah hasil imbang 2-2 dengan Bournemouth, dengan klub melaporkan bahwa manajer tersebut jatuh sakit.

Dilansir dari The Sun, keputusan tersebut adalah pilihan Maresca untuk tidak hadir dan tidak ada masalah kesehatan yang terlibat.

Sebaliknya, Maresca ingin membuat keputusan tentang masa depannya di klub karena ia mempertimbangkan untuk mengakhiri masa tinggalnya di Stamford Bridge, meskipun pada tahap ini ia belum membuat keputusan akhir dan sedang mempertimbangkan semua pilihannya.

Enzo Maresca yang menandatangani kontrak lima tahun ketika ia tiba di Chelsea pada Juni 2024, sangat menghargai klub dan para pendukungnya.

Ia menerima tekanan ekspektasi tinggi dari para penggemar The Blues mengingat kesuksesan selama 20 tahun terakhir.

Maresca merasa bahwa tuntutan tersebut sebenarnya sehat dan berfungsi untuk mendorong dirinya dan klub maju.

Mantan bos Leicester City ini juga bersikeras bahwa tuntutan dan kondisi yang dibebankan kepadanya dari atas sedemikian rupa sehingga manajer top mana pun akan kesulitan untuk menerimanya.

Ia berharap bahwa dengan meraih dua trofi musim lalu (Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA) selain lolos ke Liga Champions, akan memungkinkannya untuk membangun fondasi tersebut musim ini.

Namun, hubungan antara pelatih asal Italia itu dan atasannya telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Sebaliknya, tampaknya Maresca akan bernasib sama dengan empat pendahulunya yang berumur pendek (Thomas Tuchel, Frank Lampard, Graham Potter, dan Mauricio Pochettino) sejak konsorsium Clearlake yang dipimpin Todd Boehly membeli saham Roman Abramovich pada tahun 2022.

Pengumuman tak terduga bahwa ia telah mengalami '48 jam terburuk' dalam kariernya sebelum kemenangan atas Everton bulan lalu adalah pernyataan yang telah lama terpendam dalam diri Maresca selama beberapa pekan.

Maresca telah mencapai titik di mana ia merasa tidak dapat lagi menyimpan frustrasinya sendiri dan ingin mengambil sikap publik.

Ia merasa tidak diizinkan untuk melakukan pekerjaannya sesuai keinginannya dan merasa seharusnya dilakukan seperti itu.

Dan meskipun Maresca, yang telah memberi para pemainnya libur dua hari, saat ini bermaksud untuk memimpin pertandingan pekan ini di Manchester City, situasinya semakin tidak pasti.

Saat melawan Bournemouth, para penggemar Chelsea di tribun Matthew Harding mengatakan kepada Maresca, 'Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan' saat ia menarik keluar pemain bintang Cole Palmer.

Masih ada hampir 30 menit tersisa untuk bermain melawan The Cherries, tetapi cemoohan terdengar di seluruh Stamford Bridge karena frustrasi dari para pendukung semakin meningkat.

Tim asuhan Maresca yang merupakan skuad termuda di Premier League musim ini, kemudian kehilangan lebih banyak poin dari posisi unggul dan sekarang telah menyia-nyiakan 15 poin dari posisi terdepan, 13 di antaranya di kandang.

The Blues berada di posisi kelima, tertinggal 15 poin dari pemimpin klasemen Arsenal, dengan kedua tim London tersebut telah memainkan 19 pertandingan di pertengahan musim liga.

"48 jam terburuk sejak saya bergabung dengan klub karena orang-orang tidak mendukung saya dan tim," ujar Maresca.

Salah satu pemilik, Behdad Eghbali, tampak marah setelah pertandingan melawan Bournemouth saat ia menuju ruang ganti.

Meskipun ada kemarahan online yang ditujukan kepada direktur olahraga Paul Winstanley dan Laurence Stewart karena situasi terancam menjadi buruk.

Baca Juga: Kenalkan Desain Terbaru, Hilangkan Gambar Pemimpin Terdahulu Pada Mata Uang Pound Suriah: Upaya Pemulihan Ekonomi

Jika Chelsea kalah di kandang Manchester City yang sedang mengejar gelar, lalu gagal menang di kandang tetangga Fulham tiga hari kemudian, mereka bisa berada di tengah klasemen.

Dan gagal lolos ke Liga Champions musim depan akan menjadi pukulan besar bagi keuangan dan prestise klub.

Dilain sisi, sebelum Natal, Maresca disebut-sebut sebagai calon pengganti Pep Guardiola di Manchester City.

Sekarang semua mata akan tertuju pada mantan asisten pelatih asal Spanyol itu saat ia kembali ke Manchester, dengan keraguan besar tentang berapa lama ia akan bertahan di posisinya saat ini.

Editor : Satria Putra Sejati
#Enzo Maresca #mengundurkan diri #premier league #chelsea #dewan direksi