Pemain asal Jepang itu menyadari ritme permainan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin cepat dan setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi tim.
Sejak awal musim ini, Yusaku menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini belakang PSIM. Hingga pekan ke-12, ia selalu dipercaya oleh Pelatih Jean Paul van Gastel untuk tampil penuh tanpa sekali pun digantikan.
Namun di tengah catatan positif itu, ia tak menampik performanya belum selalu optimal di setiap pertandingan.
"Saya sadar kadang back-pass saya itu tidak selalu maksimal. Karena kadang terlalu lelah, atau kondisi rumput tidak ideal. Itu memengaruhi kekuatan atau power umpan saya," kata Yusaku, Kamis (13/11/2025).
Bek berusia 28 tahun ini juga mengungkapkan, Pelatih Van Gastel serta rekan-rekannya di lapangan turut memberi masukan agar ia bisa bermain lebih efisien dan aman dalam situasi tertentu.
"Pelatih bilang saya harus bermain lebih simpel dan teman-teman di tim bilang kalau situasi terdesak dan tidak banyak opsi mengumpan, langsung saja buang bolanya ke depan," ujarnya.
Yusaku menambahkan, prinsip dasar sepak bola yang ia pelajari di Jepang salah satunya adalah bagaimana menjaga penguasaan bola dan tidak mudah kehilangan bola di area sendiri.
Prinsip itu yang terkadang membuatnya memilih opsi back-pass atau membawa bola sendiri, alih-alih membuang jauh ke depan.
"Maka dari itu kadang saya berusaha untuk membawanya dulu atau melakukan back-pass ke kiper," tuturnya.
Namun demikian, seiring berjalannya musim, Yusaku mulai memahami dinamika permainan di Super League menuntut keputusan yang lebih cepat dan praktis.
Persaingan antartim yang semakin ketat membuatnya berpikir untuk menyesuaikan gaya bermain agar lebih efektif.
"Saya berpikir juga untuk mengubah permainan saya. Menjadi lebih simpel dan taktis, agar kesalahan seperti itu tidak terjadi," tambahnya.
Dengan semangat adaptasi dan kesadaran untuk terus berkembang, Yusaku bertekad membantu PSIM menjaga stabilitas performa mereka di Super League. Sembari memperkuat soliditas di lini belakang Laskar Mataram. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun