JOGJA - PSIM Jogja kembali menunjukkan performa impresif di depan publik sendiri setelah menundukkan Persik Kediri dengan skor 2-1, dalam laga pekan ke-11 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (31/10) sore.
Sejak awal laga, PSIM tampil penuh percaya diri dan mampu mengontrol jalannya pertandingan. Laskar Mataram bermain dominan dengan penguasaan bola yang lebih baik, sementara Persik memilih bertahan rapat dengan garis pertahanan rendah.
Babak pertama berjalan dengan tempo sedang, di mana PSIM berupaya membongkar pertahanan solid Persik. Sebaliknya, tim tamu sempat mengancam melalui serangan balik cepat, namun hingga turun minum skor masih imbang tanpa gol.
psi,Baca Juga: Cara Pelatih Persik, Ong Kim Swee Incar Kemenangan dari PSIM Jogja: Jangan Biarkan Mereka Menguasai Irama Permainan
Memasuki babak kedua, PSIM langsung tampil menekan dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-48 lewat gol Nermin Haljeta. Tekanan berlanjut hingga menit ke-58 ketika Anton Fase dijatuhkan di kotak penalti oleh bek Persik, Henhen Herdiana.
Insiden tersebut berbuah kartu merah untuk Henhen dan penalti bagi PSIM. Bola kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh Ze Valente untuk membawa tuan rumah unggul 2-0.
Persik Kediri sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui gol Ezra Walian di menit ke-63. Pertandingan pun berlangsung semakin ketat, terutama setelah PSIM harus kehilangan Ezequiel Vidal di menit ke-84 akibat kartu merah.
Kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain hingga laga berakhir, namun PSIM mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini memperpanjang tren positif PSIM usai mengalahkan Dewa United pekan sebelumnya, sekaligus menjaga posisi mereka di papan atas klasemen sementara BRI Super League. (iza/laz)