RADAR JOGJA – PSIM Jogja masih mengincar kemenangan kandang pertama di BRI Super League 2025/26. Laskar Mataram telah melakoni tiga pertandingan kandang, namun kemenangan masih jauh dari harapan.
Menjamu Dewa United pada pekan kesembilan pada Rabu (22/10) sore di Stadion Sultan Agung, PSIM bertekad untuk mengamankan kemenangan kandang perdana sekaligus mengakhiri tren minor dalam dua pertandingan tandang terakhir.
PSIM hanya meraih satu poin dalam dua laga dimana tim besutan Jean-Paul van Gastel bermain imbang tapa gol melawan PSM Makassar dan takluk 4-0 dari Persita Tangerang.
Laskar Mataram kini bertengger di peringkat keenam klasemen dengan 12 poin dari delapan laga dengan rincian tiga kemenangan, tiga imbang dan dua kekalahan.
Uniknya, kemenangan PSIM tersebut didapatkan dalam tiga laga tandang pertama.
Namun catatan tandang sempurna Laskar Mataram harus sirna diawali hasil imbang dari PSM Makassar pada akhir bulan lalu.
Bahkan dalam pertandingan tandang terakhir, tim besutan Jean-Paul van Gastel dipaksa takluk dengan skor telak 4-0 saat menantang Persita Tangerang.
Yang lebih menarik lagi, hasil minor PSIM tersebut terjadi saat laga tandang dimainkan di sore hari dan tiga kemenangan yang didapatkan dimainkan pada malam hari.
Kini menatap laga kandang, PSIM ingin meraih kemenangan setelah sebelumnya hanya meraih dua imbang dan satu kekalahan.
Setelah kekalahan dari Persita, Jean-Paul van Gastel mengakui permainan dalam pertandingan itu tidak sesuai dengan harapan.
Menurutnya, kekalahan tersebut menjadi ujian mental sekaligus Pelajaran yang sangat berharga bagi Laskar Mataram.
“Selama kami belajar dari pertandingan, maka kami bisa berkembang. Jika kami tidak belajar dari kesalahan kami, maka kami punya masalah,” ucapnya.
Editor : Satria Putra Sejati