Baru kali pertama merasakan atmosfer sepak bola Indonesia, pemain asal Belanda itu langsung menunjukkan kualitasnya di lapangan.
Dari tujuh pertandingan yang sudah dijalani PSIM, Anton telah tampil dalam empat laga dengan berhasil mencetak dua gol dan dua kali dipercaya sebagai starter.
Penampilan itu membuatnya mulai jadi andalan Pelatih Jean Paul van Gastel di sektor sayap Laskar Mataram.
"Tentu saya senang bisa berkembang. Saya pikir PSIM punya pelatih yang hebat dan mendorong tim untuk memberi hasil maksimal," katanya, Minggu (5/10/2025).
Anton menilai, performa apik yang ditunjukkannya tidak lepas dari dukungan rekan-rekan setim dan pendekatan positif dari sang pelatih.
Di sisi lain, ia juga merasa banyak berkembang sejak bergabung dengan PSIM.
Meski begitu, pemain berusia 25 tahun ini enggan cepat puas. Ia bertekad untuk terus meningkatkan performanya demi membantu PSIM bersaing di papan atas klasemen Super League musim ini.
"Kami bisa mencapai target tinggi jika konsisten. Secara pribadi, saya senang dengan perkembangan tim dan berharap bisa terus meningkat," ungkapnya.
Selain membicarakan performanya, Anton juga menyoroti perbedaan antara sepak bola Indonesia dan Belanda.
Menurutnya, Liga Indonesia punya kualitas yang cukup bagus dan menantang, terutama karena kondisi cuaca serta gaya bermain yang lebih intens.
"Perbedaannya dengan Liga Belanda, salah satunya di taktik. Di sini juga lebih panas. Saya perlu menyesuaikan gaya bermain yang lebih cerdas dan cepat saat penguasaan bola," ulasnya.
Anton juga memuji para pemain lokal Indonesia yang menurutnya punya kecepatan dan semangat tinggi. "Pemain lokal Indonesia banyak berlari.
Mereka tidak pernah berhenti dan punya mental yang luar biasa," tambahnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun