Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembuktian Jago Tandang saat Sore Hari, PSIM Jogja Menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie

Heru Pratomo • Sabtu, 27 September 2025 | 04:03 WIB

Photo
Photo
PAREPARE – PSIM Jogja punya banyak julukan di awal comeback di kasta teratas Liga Indonesia. Dari giant killer, jago tandang hingga spesialis malam.

Hal itu melihat hasil tiga kemenangan di BRI Super League musim 2025/2026 semuanya dari tim lima besar musim lalu, di kandang lawan dan di malam hari.

Tantangan itu kini harus dijawab Laskar Mataram saat tandang ke Parepare, Sulawesi Selatan menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Sabtu (27/9/2025) pukul 15.30 WIB.

Laga tandang keempat PSIM ini agak berbeda. Kali pertama tim asuhan Jacobus Johannes Martinus Paulus van Gastel main sore hari.

Baca Juga: PSS Sleman Tak Mau Remehkan Deltras FC saat Menjamu di MagIS, Senin Malam

Catatan rekor PSIM sejauh ini lebih bagus jika main malam hari. Dengan mencatatkan tiga kemenangan dari Persebaya, Malut United dan Bali United.

Sedang saat main sore hari, semuanya di kandang sendiri, berakhir dengan dua kali imbang melawan Arema dan Persib serta sekali kalah dari Borneo FC.

Hal itu pun menjadi catatan elatih PSM Makassar Bernardo Tavares. "Tim PSIM sangat kuat dan bagus.

Mereka menang di tiga laga tandang menghadapi tim-tim kuat di Super League," katanya dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Jumat (26/9/2025).

Pelatih asal Portugal itu menyebutkan, sudah melakukan persiapan maksimal meski masih ada sejumlah pemain yang mengalami cedera.

Dia pun mengantisipasi kembalinya mantan anak asuhnya, Nermin Haljeta, yang musim lalu menjadi striker Juku Eja.

"Kami harus fokus sejak menit pertama sampai akhir pertandingan, saya pikir pertandingan akan ketat dengan intensitas dan tempo tinggi," ujar Tavares.

Senada dengan sang pelatih, penyerang PSM Jacques Medina, juga optimistis menatap laga ini. Ia menyebut pentingnya menjaga tren positif usai kemenangan pekan lalu melawan Persija Jakarta.

Baca Juga: Geledah Rumah, Tim Penyidik Kejati DIY Sita Innova dan Enam Jam Tangan Mewah dari Tersangka Mantan Kadis Kominfo Sleman

"Saya yakin besok akan jadi pertandingan yang sulit. Kami akan menunjukkan semangat tinggi untuk memperbaiki posisi di klasemen," ungkapnya.

Sementara itu, dari kubu PSIM Jogja, pelatih Jean Paul van Gastel mengakui duel melawan PSM akan menjadi ujian berat bagi timnya.

Ia menyebut kualitas organisasi permainan Juku Eja, ditunjang dengan pemain-pemain yang memiliki fisik kuat dan determinasi tinggi.

"Banyak orang berekspektasi pada PSIM setelah kami berhasil menang di tiga laga tandang sebelumnya. Besok kami harus bisa menguasai pertandingan," lontarnya.

Menyoal absennya kapten PSIM Reva Adi Utama, meneer Belanda itu mengaku cukup dilema menyikapi situasi tersebut. Namun ia juga melihat momen ini bisa jadi kesempatan bagi pemain lain untuk membuktikan diri. 

"Saya selalu bilang ke semua pemain untuk siap dengan segala kemungkinan, seperti yang terjadi saat ini," kata van Gastel.

Gelandang bertahan PSIM, Rahmatsho Rahmatzoda menambahkan, skuad Laskar Mataram dalam kondisi siap tempur, dan berambisi memenangkan pertandingan.

"Persiapan tim sudah bagus dan kami berambisi untuk mendapatkan tiga poin menghadapi PSM," tegas pemain tim nasional Tajikistan itu. (iza/pra)

Editor : Herpri Kartun
#striker #Reva Adi Utama #parepare makassar #BRI Super League 2025 #Jacques Medina #psm makkasar #PSIM #BRI Super League 2025 2026 #Stadion Gelora BJ Habibie #Juku Eja #Bernardo Tavares #Rahmatsho Rahmatzoda #tajikistan #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #parepare #Stadion Gelora BJ Habibie Parepare #PSIM Jogja