Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemain, Staf hingga Panpel PSIM Jogja Gelar cmsebagai Bentuk Rasa Syukur di Usia Ke-96 Laskar Mataram

Fahmi Fahriza • Sabtu, 6 September 2025 | 04:04 WIB

 

 

UNGKAPAN RASA SYUKUR: Para pemain, staf, pelatih, hingga panpel PSIM Jogjakarta melakukan doa bersama dalam peringatan HUT ke-96 klub.
UNGKAPAN RASA SYUKUR: Para pemain, staf, pelatih, hingga panpel PSIM Jogjakarta melakukan doa bersama dalam peringatan HUT ke-96 klub.

JOGJA - Suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun ke-96 PSIM Jogja. Segenap manajemen, tim pelatih, para pemain, hingga panitia pelaksana (panpel) berkumpul di Wisma PSIM, Jumat siang (5/9) pukul 13.00 untuk menggelar acara potong tumpeng dan doa bersama, puncak rasa syukur atas usia baru klub kebanggaan masyarakat Jogja ini.

 

Dalam sambutannya, Ketua Panpel PSIM Wendy Umar Seno Aji yang mewakili Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim.  Menurutnya, pencapaian luar biasa yang diraih Laskar Mataram hingga saat ini adalah buah dari kerja keras dan disiplin dari semua pihak.

"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya ke semua tim pelatih dan pemain, alhamdulillah sampai dengan hari ini, PSIM luar biasa. Semoga prestasi ini tidak berhenti di sini. Kita akan terus melangkah dan maju bersama PSIM," ujarnya.

 

Wendy juga menjelaskan makna mendalam di balik tema ulang tahun kali ini, yakni Mengawal Warisan, Menyongsong Kejayaan. Ia menegaskan PSIM memiliki tanggung jawab historis sebagai salah satu dari tujuh klub pendiri PSSI.

 

"Disebutkan mengawal warisan karena PSIM ini satu dari tujuh pendiri PSSI. 96 tahun usia kita, alhamdulillah akhirnya salah satu pendiri PSSI ini bisa bergabung di kasta tertinggi," tuturnya.

 

Diakui, salah satu wujud nyata dari kedewasaan klub dan suporternya adalah keputusan untuk meniadakan perayaan tahunan di Tugu Jogja.

 

Wendy menjelaskan keputusan ini diambil melalui sinergi dan koordinasi erat antara manajemen, kelompok suporter Brajamusti dan The Maident, serta pihak kepolisian demi menjaga kondusivitas Kota Jogja.

 

Ia menceritakan bagaimana manajemen dan panitia pelaksana turut membantu aparat keamanan hingga dini hari untuk mengimbau suporter agar tidak berkumpul. Langkah ini diambil demi kebaikan bersama, terutama untuk menjaga kelancaran perizinan laga kandang PSIM ke depannya.

 

"Alhamdulillah berkat dukungan Brajamusti dan The Maident, manajemen dan panpel, tadi malam kita sampai jam 2 pagi di sana, kita bantu kepolisian rekayasa lalu lintas dan kita imbau suporter untuk tidak datang karena ini nanti dampaknya pada perizinan keamanan laga kandang," jelasnya.

Menutup pesannya, Wendy menitipkan nama besar Laskar Mataram kepada para pemain dan pelatih.  "Kami manajemen menitipkan nama besar kepada teman-teman semua. Terima kasih untuk perjuangannya," tandasnya.

 

Sementara itu, Rendra Teddy, yang mewakili para pemain, menyuarakan harapan kolektif tim. "Semoga harapan kami semua, PSIM semakin kompak dan solid, serta sukses selalu. Semoga apa yang kita banggakan untuk masyarakat Jogja bisa tercapai," tuturnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Wisma PSIM #Suporter #Brajamusti #PSSI #hari ulang tahun #potong tumpeng #Laskar Mataram #doa bersama #tugu jogja #the maident #manajemen #PSIM Jogja