Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Evaluasi Panpel PSIM Jogja usai Kericuhan Antarsuporter, Yang Dilarang Suporter Bukan Penonton

Heru Pratomo • Kamis, 28 Agustus 2025 | 03:41 WIB
Brajamusti mendukung PSIM di SSA
Brajamusti mendukung PSIM di SSA

JOGJA - Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan PSIM Jogja angkat bicara terkait insiden usai pertandingan antara PSIM melawan Persib Bandung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (24/8/2025). Meski laga berjalan lancar di dalam stadion, bentrokan supporter dan masyarakat Jogja terjadi di beberapa titik.

 

Ketua Panpel PSIM Wendy Umar mengakui ada beberapa Bobotoh, sebutan suporter Persib Bandung, yang datang ke Jogja. Bahkan sampai ke SSA. Wendy mengatakan, dalam regulasi jelas, pasal 5 ayat 7 kode disiplin PSSI melarang suporter hadir di laga tandang.

 

Sebagai antisipasi, identifikasi suporter tamu memang dilakukan ketat berdasarkan atribut yang dipakai. Namun ia menegaskan, larangan hanya berlaku untuk suporter dalam kapasitas kelompok, bukan penonton umum, apalagi yang merupakan individu. Menurut dia, orang yang datang ke Jogja belum tentu mau nonton bola, bisa juga wisata. Yang dilarang itu suporter, bukan penonton. “Kalau ada orang asal Bandung kuliah di Jogja, ingin nonton tanpa atribut, ya dipersilakan," jelasnya, Rabu (27/8/2025).

 


Selain itu, distribusi tiket juga diperketat. Penjualan difokuskan melalui wadah resmi suporter PSIM, yaitu Brajamusti dan The Maident. Untuk jalur online, sistem difilter dengan mewajibkan nomor induk kependudukan (NIK) DIY serta riwayat pernah melakukan pembelian tiket sebelumnya.

 

Meski sudah ada larangan dan upaya preventif, Wendy mengakui bahwa Panpel tetap menemukan ratusan suporter Persib hadir di sekitar SSA Bantul. Mereka terdeteksi dari atribut yang dipakai. "Sekitar 200 orang terfilter sebagai suporter Persib. Mereka akhirnya tidak bisa masuk stadion," ungkap Wendy ketika dikonfirmasi.

 

Selain itu, Wendy menambahkan, dengan adanya insiden ini, Panpel PSIM menilai penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Baik dalam pengamanan maupun pengawasan pascapertandingan. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang di laga-laga berikutnya.

 

Di samping itu, salah satu hal yang diinginkannya adalah agar kondusivitas antar suporter bisa terus terjaga dengan baik. "Koordinasi Brajamusti dan Maident dengan teman-teman di Persib harapannya tetap terjalin dengan baik. Kami tidak ingin hubungan yang selama ini baik, menjadi tidak baik lagi," tandasnya.

 

Terkait kejadian yang terjadi di beberapa titik usai pertandingan, dia mengaku di luar prediksi. Pasalnya, insiden berlangsung jauh dari area stadion. Waktunya pun cukup lama setelah pertandingan selesai. "Ada beberapa kejadian, semua bisa diselesaikan, termasuk evakuasi di Stasiun Lempuyangan sampai membantu mereka pulang," ujar Wendy. (iza/pra)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#stasiun lempuyangan #bobotoh #PSIM #supporter #Brajamusti #persib #bandung #SSA #the maident #Jogja