Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PSIM Jogja Masih Minim Masukkan Gol,  Van Gastel Belum Puas Kinerja Lini Depan

Fahmi Fahriza • Senin, 18 Agustus 2025 | 03:21 WIB

SENGIT: Pertandingan PSIM Jogja melawan Arema FC di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (16/8/2025).
SENGIT: Pertandingan PSIM Jogja melawan Arema FC di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (16/8/2025).
JOGJA - PSIM Jogja gagal memetik kemenangan pada pekan kedua BRI Super League 2025/2026. Menjamu Arema FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (16/8/2025), Laskar Mataram harus puas berbagi angka dengan skor 1-1.

PSIM sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-40 lewat eksekusi penalti Dalberto Luan hingga turun minum. Beruntung, tim tuan rumah mampu menyamakan kedudukan di babak kedua meski bukan lewat gol pemain sendiri.

Skor imbang tercipta setelah pemain Arema, Betinho, melakukan gol bunuh diri ketika mencoba menghalau bola.

Kondisi ini menjadi indikator bahaya bahwa lini serang PSIM masih belum menunjukkan ketajaman yang diharapkan.

Dari dua pertandingan yang sudah dilakoni, tim asuhan Jean Paul van Gastel baru mampu mencetak dua gol. Satu lahir dari sundulan Ezequiel Vidal pada laga pembuka melawan Persebaya, sementara satu lagi melalui gol bunuh diri lawan.

Merespons situasi itu, Van Gastel mengakui ada banyak hal yang harus dibenahi, khususnya di sektor depan. 

"Hasil imbang ini tetap mengecewakan, karena seharusnya kami bisa meraih tiga poin," ujarnya Minggu (17/8/2025).

Meski kecewa, Van Gastel enggan menyalahkan anak asuhnya secara langsung. Ia tetap mengapresiasi upaya dan keberanian tim yang terus menekan pertahanan lawan.

"Saya bangga dengan pemain. Mereka berani menusuk ke area sepertiga akhir pertahanan lawan dan membuat peluang.

Namun penyelesaian akhir memang masih jadi masalah yang harus segera kami benahi," lanjutnya.

Menurutnya, persoalan di lini depan PSIM tidak semata-mata soal ketajaman striker. Faktor keterikatan antarlini dan koneksi permainan juga menjadi bagian penting yang masih belum berjalan sepenuhnya mulus.

"Ini bukan hanya soal penyerang. Sejak pramusim, kami lihat ini masalah kompleks, menyangkut organisasi serangan, dan kami akan terus perbaiki dari pertandingan ke pertandingan," tegasnya.

Hasil imbang di laga kandang perdana ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi PSIM. Apalagi musim ini, PSIM memikul ekspektasi besar setelah kembali ke kompetisi kasta tertinggi usai penantian panjang.

Dukungan penuh suporter di SSA pun semakin menambah beban tanggung jawab tim untuk segera menunjukkan ketajaman, terutama di lini serang. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#ezequiel vidal #striker #Dalberto Luan #psim jogjakarta #Yogyakarta #stadion sultan agung #PSIM #Stadion Sultan Agung (SSA) #BRI Super League 2025/2026 #Suporter #stadion sultan agung bantul #gol bunuh diri #kemenangan #Laskar Mataram #PSIM Jogja vs Arema FC #Jean Paul van Gastel #stadion sultan agung Jogjakarta #Dalberto Luan Belo #Jogjakarta #Jogja #PSIM Jogja