RADAR JOGJA - Pep Guardiola menyatakan ukuran skuad Manchester City yang gemuk sebagai ‘tidak sehat’ setelah membuka kampanye Premier League/ Liga Inggris dengan kemenangan meyakinkan 4-0 di kandang Wolves.
Erling Haaland mencetak dua gol, sementara pemain baru Tijjani Reijnders dan Rayan Cherki juga turut mencetak gol saat Manchester City memulai perburuan gelar ketujuh dalam sembilan musim dengan gemilang di Molineux.
Namun, meski kiper James Trafford juga tampil percaya diri dalam debutnya dan Rayan Ait-Nouri bersinar melawan klub yang dia tinggalkan pada musim panas, kekhawatiran utama Guardiola kini adalah melepas pemain.
"Ini terlalu banyak, terlalu banyak pemain. Saya suka skuad yang dalam untuk bersaing di semua kompetisi, tapi saya tidak ingin meninggalkan pemain di rumah. Itu tidak sehat. Anda tidak bisa menciptakan suasana yang baik untuk bersaing.
"Semua orang harus merasa bisa bermain dan membantu. Klub sudah tahu hal ini sejak musim lalu, ini bukan berita baru, tapi situasinya memang seperti itu.
“Dalam dua minggu ke depan, orang-orang akan berbicara dengan pemain dan agen untuk mencari solusi.”
Masa depan kiper Ederson menjadi bahan spekulasi sepanjang musim panas, dan the Citizens dikaitkan dengan Gianluigi Donnarumma dari Paris Saint-Germain, tapi Guardiola pekan ini menegaskan bahwa kiper Brasil itu masih menjadi 'No. 1'nya.
Kehadirannya di Molineux gagal karena sakit, dengan pemain berusia 31 tahun itu menderita gastroenteritis, dan tidak ada hubungannya dengan laporan minat dari Galatasaray.
Guardiola mengatakan tentang rumor tersebut bahwa dirinya tidak memiliki kabar apapun.
"Kemarin, saya melihat dia sakit, dan setelah itu saya tidak berbicara dengan klub," ujarnya.
"Jika seorang pemain ingin pergi, dia harus pergi tetapi dengan syarat klub. Tidak ada gunanya jika dia tidak bahagia di sini, tetapi keputusan akhir dan cara melakukan kesepakatan sepenuhnya milik klub, bukan saya.
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam dua minggu ke depan.”
Dilain sisi, Guardiola puas dengan awal musim Manchester City, meskipun dia mengatakan masih ada ruang untuk perbaikan.
"Saya puas dengan hasil dan babak pertama. Di babak kedua, kami jauh dari tempat yang kami inginkan, tapi itu normal untuk pertandingan pertama.
“Kami menghukum mereka dalam transisi karena kami memiliki kecepatan yang luar biasa, dan itu adalah senjata yang ingin kami gunakan, untuk menyerang lebih cepat dari sebelumnya.”
Editor : Satria Putra Sejati