JOGJA - PSIM Jogja mengawali BRI Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang. Laskar Mataram membawa pulang tiga poin dari laga tandang setelah menundukkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0, Jumat (8/8/2025) lalu.
Sorotan tertuju pada komposisi 11 pemain utama yang dipilih Pelatih Jean-Paul van Gastel. Penyerang andalan musim lalu, Rafael de Sa Rodrigues atau Rafinha, sama sekali belum mendapatkan menit bermain.
Dalam beberapa laga uji coba pramusim, striker asal Brasil itu juga kerap memulai laga dari bangku cadangan. Meski musim lalu mencetak 20 gol di Pegadaian Liga 2.
Van Gastel mengungkapkan, keputusannya tidak menurunkan Rafinha di laga perdana lebih karena pertimbangan strategi. Ia menilai timnya membutuhkan sosok dengan postur tinggi untuk memenangi duel udara dan membantu bertahan dari situasi bola mati.
"Banyak pemain kami yang posturnya tidak terlalu tinggi. Saya butuh pemain yang bisa memenangkan duel bola udara dan membantu pertahanan dari set piece," ujarnya Minggu (10/8/2025).
Peran itu diberikan kepada Nermin Haljeta, striker berpostur 1,95 meter yang baru direkrut dari PSM Makassar. Secara garis besar, Van Gastel memuji kontribusi Haljeta meski belum mencetak gol di laga kontra Persebaya.
"Saya sangat menghargai performanya, baik dari sisi menyerang maupun bertahan. Dia adalah pemain pertama kami di lini pertahanan," katanya.
Secara statistik, Haljeta sendiri musim lalu mencetak 16 gol dan dua assist di semua ajang bersama PSM Makassar. Dengan komparasi statistik itu, Van Gastel juga menegaskan setiap pemain, termasuk Rafinha, tetap memiliki peluang yang sama untuk menjadi starter.
"Tidak ada istilah tim inti atau cadangan. Semua tergantung taktikal, kebutuhan, dan lawan yang dihadapi," tegas pelatih asal Belanda berusia 53 ini.
Gol tunggal kemenangan PSIM dicetak Ezequiel Vidal melalui sundulan pada menit-menit akhir. Pada laga berikutnya, PSIM akan menjamu Arema FC di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, 16 Agustus nanti. (iza/laz)