JOGJA - PSIM Jogja segera tancap gas membentuk tim Elite Pro Academy (EPA) sebagai syarat tampil di Liga 1 BRI Super League musim 2025/2026. Tim EPA akan terbagi menjadi tiga kelompok usia (KU) yakni U‑16, U‑18, dan U‑20, dengan total target pemain mencapai sekitar 70 orang.
Direktur Teknik EPA PSIM Erwan Hendarwanto menjelaskan, masing-masing kelompok usia nantinya akan dihuni oleh sekitar 20 hingga 24 pemain. Diakui, sumber utama rekrutmen berasal dari kompetisi Piala Soeratin yang dinilai efektif untuk memetakan potensi pemain muda.
"Jadi hampir 70-an pemain totalnya. Kami akan ambil bank data pemain dari kompetisi Piala Soeratin," ujar Erwan saat ditemui di Wisma PSIM, Kamis (24/7).
Menurutnya, pengambilan pemain dari kompetisi Piala Soeratin itu jadi langkah yang efektif untuk dilakukan. Sementara kemungkinan untuk mengadakan seleksi terbuka cukup kecil, karena membutuhkan waktu lebih panjang.
"Kalau seleksi terbuka butuh waktu yang panjang, sementara EPA dijadwalkan berkumpul dan mulai latihan minggu pertama Agustus," ungkapnya.
Lebih lanjut Erwan menyebut tim EPA juga akan memberi ruang besar bagi talenta dan pelatih lokal DIJ. Saat ini manajemen dan tim kepelatihan sudah berkoordinasi untuk menyiapkan komposisi staf pelatih di masing-masing kelompok usia.
"Jumlah pelatih di tiap kelompok usia ada dua orang, lalu koordinator pelatih kiper satu orang, koordinator pelatih fisik satu orang, dan analis satu," tambahnya.
Ia menguraikan, latihan perdana direncanakan dimulai setelah seluruh nama pemain terjaring dan melalui proses seleksi tahap akhir. Dengan pembentukan EPA ini, PSIM berharap memiliki jalur pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Erwan menegaskan tujuan utamanya bukan sekadar memenuhi kewajiban kompetisi, namun juga mencetak regenerasi pemain yang dapat memperkuat identitas PSIM sebagai klub berbasis talenta lokal. "Kami mau tim EPA ini juga menjadi jalur pembinaan yang berkelanjutan bagi PSIM," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun