JOGJA - Ambisi PSS Sleman untuk kembali ke Super League (nama baru Liga 1) terlihat jelas.
Meski telah terdegradasi ke Kompetisi Pegadaian Championship (nama baru Liga 2), Direktur Teknis PSS Sleman Pieter Huistra menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas tim saat kompetisi bergulir nanti.
"Tidak banyak yang berubah (proses pelatihan tim). Prosesnya tetap akan sama seperti Super League," tuturnya, Jumat (11/7/2025).
Penurunan kasta itu tentu menjadi pukulan telak bagi Super Elang Jawa yang dalam beberapa musim terakhir selalu menjadi penghuni Super League.
Kendati demikian, Huistra menolak untuk berlarut-larut dalam kekecewaan itu.
Pelatih asal Belanda itu melihat situasi ini sebagai tantangan sekaligus peluang untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan membangun fondasi tim yang lebih kuat.
"Kami menyiapkan pemain. Kami menjaga tim dengan baik dan kami melakukan latihan dengan baik," tegasnya.
Dengan pengalaman dan visi yang jelas, Huistra optimistis dapat membawa PSS bangkit dari keterpurukan dan kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dalam waktu dekat.
Meski, perjalanan di kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026 nanti tentu tidak akan mudah.
Namun dengan komitmen menjaga kualitas dan persiapan matang, pelatih berusia 58 tahun ini yakin timnya siap menghadapi tantangan dan bangkit kembali.
"Setiap permainan kami mencoba untuk menang. Jadi, Liga 2, Liga 1, Liga 3 pada dasarnya sama," tegasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun