Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Teodora Audi Ayudia Sabet Medali Perunggu di Ajang Asian Para Archery Championship 2025

Rizky Wahyu Arya Hutama • Rabu, 9 Juli 2025 | 00:49 WIB

 

Keterangan, Atlet Para Panahan DIY Teodora Audi Ayudia saat membawa medali perunggu di ajang Ajang Asian Para Archery Championship 2025.
Keterangan, Atlet Para Panahan DIY Teodora Audi Ayudia saat membawa medali perunggu di ajang Ajang Asian Para Archery Championship 2025.
JOGJA - Kabar membanggakan datang dari olahraga disabilitas DIY.

Setelah sebelumnya Qonitah Ikhtiar Syakuroh berhasil menyabet medali emas kategori Women Single - SL 3 dalam ajang Asia Para Badminton Championship 2025, kini giliran Teodora Audi Ayudia yang menunjukkan tajinya.

Dalam ajang Asian Para Archery Championship 2025 yang digelar di Beijing, Tiongkok, pada 1 hingga 6 Juli 2025 lalu, atlet para panahan asal Kota Jogja ini menyabet medali perunggu pada nomor compound open mixed team.

Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY Imam Kunantoro tetap mengaku bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih.

Meski capaian tersebut belum bisa mempertahankan medali emas untuk Indonesia.

Menurutnya hasil tersebut merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa, sehingga bisa mengukuhkan naman Teodora sebagai salah satu atlet panahan disabilitas terbaik Indonesia.

"Perlu kami sampaikan bahwa saat ini Teodora tengah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di bawah naungan NPC Indonesia," ucapnya, Selasa (8/7).

Melalui pembinaan yang intensif dan sistematis di Pelatnas, NPCI DIY mencatat bahwa performa Teodora meningkat secara signifikan.

Baik dari aspek teknis, mental, maupun kesiapan kompetitif.

Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan di ajang Asian Para Archery Championship 2025 itu tidak lepas dari peran besar NPC Indonesia yang telah memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan penuh kepada para atlet potensial dari daerah.

"Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pusat dan daerah dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga disabilitas yang berkelanjutan dan berorientasi prestasi," jelas Imam.

Selain itu, atas prestasi tersebut, Imam sangat yakin jika medali yang berhasil didapat oleh Teodora itu menjadi awal dari lompatan-lompatan besar yang akan dicapai atlet para panahan Kota Jogja itu dan atlet-atlet disabilitas DIY lainnya di masa mendatang.

Tak hanya itu, pihak NPCI DIY juga berharap agar capaian tersebut juga dapat menjadi cerminan semangat bagi seluruh atlet-atlet disabilitas DIY yang tengah bersiap menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VI DIY 2025 yang akan berlangsung pada bulan Agustus 2025 mendatang.

"Kiranya prestasi Teodora mampu menginspirasi rekan-rekannya di daerah untuk tampil dengan semangat juang yang sama, yaitu berani bermimpi, bekerja keras, dan percaya pada kemampuan diri. NPCI DIY terus berkomitmen untuk mengembangkan pembinaan di tingkat daerah, serta mendukung sepenuhnya agenda Pelatnas untuk prestasi Merah Putih," ungkapnya.

Diketahui medali perunggu yang berhasil diraih oleh Teodora tersebut merupakan bagian dari perolehan empat medali kontingen Indonesia dalam ajang bergengsi tingkat Asia tersebut.

Tercatat, kontingen para panahan Indonesia berhasil meraih satu medali perak dan tiga medali perunggu.

Medali perak dipersembahkan oleh Ken Swagumilang dari nomor tunggal putra divisi compound, setelah mencapai final dan dikalahkan atlet tuan rumah Ai Xinliang dengan skor 143-149.

Selain medali perak, Ken juga menyumbangkan dua medali perunggu dari nomor ganda putra compound bersama Arif Firmansyah dan ganda campuran compound bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly.

Lalu satu medali perunggu lainnya diraih pasangan Kholidin dan Noviera Ross dari nomor ganda campuran recurve. (ayu).

Editor : Bahana.
#NPCI DIY