RADAR JOGJA - Pelatih kepala Monterrey, Domenec Torrent, mengkritik keputusan yang dibuat oleh wasit Facundo Tello dalam kekalahan 2-1 dari Borussia Dortmund dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub, dan mengungkapkan bahwa pelanggaran dan penalti seharusnya dilakukan melalui VAR.
Sang pelatih mengklaim bahwa pelanggaran yang dilakukan Julian Ryerson terhadap Gerardo Arteaga menjelang gol kedua tim Bundesliga itu seharusnya menjadi alasan yang cukup untuk membatalkan skor 2-0, sebelum bersikeras bahwa pelanggaran terhadap Jesus ‘Tecatito’ Corona di dalam kotak penalti juga harus ditinjau ulang.
"Kami adalah ‘Rayados’, kami ingin menang. Kami tidak puas dengan hasil ini. Kami memainkan satu permainan yang kuat, terutama di babak kedua, untuk membalikkan keadaan dan menyamakan kedudukan.
"Sekarang saya telah melihat permainan yang tidak saya lihat sebelumnya, keputusan kontroversial pada gol kedua ketika pemain kami dilanggar dan mereka bahkan tidak meninjaunya," ujar sang pelatih.
"Saya tidak menyalahkan wasit. Dan ada satu penalti, penalti yang jelas terhadap Jesus Corona, yang juga tidak direvisi."
Pemain bertahan Jorge Rodriguez menambahkan bahwa pelanggaran terhadap Corona terlihat seperti pelanggaran dari lapangan, dan melihat situasi yang terjadi setelah peluit akhir membuat pendapatnya semakin jelas.
"Jujur saja, selama pertandingan saya pikir itu adalah sebuah penalti dan sekarang menontonnya lagi, saya pikir itu sangat jelas. Setidaknya untuk melihat tayangan ulangnya, juga dengan gol kedua mereka yang merupakan pelanggaran terhadap pemain kami, namun itu sudah berakhir dan kami tidak bisa mencari-cari alasan," ujar Rodriguez setelah pertandingan.
Meski begitu, Torrent dan para pemainnya bersikeras bahwa tim pulang dengan kepala tegak setelah bertanding dengan baik melawan Borussia Dortmund dan nyaris menahan imbang tim asal Jerman tersebut di menit-menit terakhir.
"Saya puas dengan usaha dan cara kami bermain. Kami tidak memiliki tim mana pun di depan, dan kami mendominasi. Kami menciptakan banyak peluang gol. Kami pulang dengan rasa kecewa karena kami ingin memenangkan pertandingan, tetapi kami harus menganalisa," ujar Torrent.
Kekalahan Monterrey menandai berakhirnya keikutsertaan Concacaf di Piala Dunia Antarklub 2025. Tim sekarang akan mengalihkan fokus ke pramusim, mempersiapkan diri untuk turnamen Liga MX yang akan datang.
"Kami senang dengan jalannya pertandingan. Kami telah berkembang dari yang kurang menjadi lebih, dan sekarang kami harus melanjutkannya. Mereka telah menunjukkan seberapa baik mereka dapat bermain, dengan sikap dan dedikasi dan kami harus melakukannya di Liga MX, tidak bisa berhenti hanya di Piala Dunia Antarklub," pungkas Torrent.
Editor : Satria Putra Sejati