Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Qonitah Ikhtiar Syakuroh, Atlet Para Badminton Andalan DIY Diharapkan Dapat Emas  di Paralympic Los Angeles 2028

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 28 Juni 2025 | 16:35 WIB

 

 

Sekjen NPCI Pusat Ukun Rukaendi saat mengunjungi NPCI DIJ.
Sekjen NPCI Pusat Ukun Rukaendi saat mengunjungi NPCI DIJ.

JOGJA - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Pusat berharap atlet para badminton andalan DIJ Qonitah Ikhtiar Syakuroh bisa kembali mendulang medali emas di ajang Paralympic Los Angeles 2028. Sebab, atlet disabilitas asal Kulon Progo ini dinilai menjadi atlet yang sangat potensial untuk Indonesia di ajang internasional.

Diketahui pada ajang Paralympic Paris 2024 silam, Qonitah berhasil menyumbang medali perak. Itu penampilan pertama Qonitah di Paralympic.

Prestasi Indonesia pada Paralympic Paris 2024 luar biasa dan mencatatkan prestasi terbaik di sepanjang keikutsertaannya. Saat itu Indonesia mengoleksi total 14 medali dengan rincian satu emas, delapan perak dan lima perunggu, yang menjadikan perolehan terbaik sejauh ini.

"Mudah-mudahan bisa lebih baik dan kami optimistis. Apalagi Qonitah dengan pengalaman dan bertambah umur mentalnya semakin baik," ucap Sekjen NPCI Pusat Ukun Rukaendi kemarin (27/6).

Bukan tanpa alasan Ukun mengatakan hal itu. Sebab saat ini Qonitah sendiri telah menempati peringkat satu dunia di kelas tunggal putri SL3 pada cabang olahraga para badminton. "Qonitah ini peringkat satu dunia. Kami target cabor para badminton tetap berprestasi," tegasnya.

Selain Qonitah, lanjut Ukun, NPCI Pusat juga akan mengandalkan atlet-atlet lainnya yang diharapkan bisa mendulang emas di pesta olahraga itu. Secara umum NPCI Pusat membidik tiga emas dalam event tersebut.

"Kami berharap medali emas itu tiga. Yang namanya paralympic itu kompetisi paling tinggi (untuk pesta olahraga disabilitas)," katanya.

Tak hanya itu, selain mengandalkan atlet-atlet yang sudah ada, NPCI juga tengah menjaring atlet-atlet disabilitas di seluruh penjuru Indonesia dalam program talent scouting untuk dibina hingga tahun 2028 mendatang.

Ini menjalankannya tidak setengah-setengah. Secara teknis kami tidak menitik beratkan pada atlet yag sudah jadi, tapi diharapkan setiap daerah mengirim difabel dari berbagi klasifikasi dan di bawah 23 tahun," tuturnya.

Menurut Ukun, program talent scouting sudah berjalan di delapan provinsi, termasuk Jakarta, Sumatera Selatan hingga Kepulauan Riau. Hasilnya setelah digali sampai ke daerah-daerah, banyak potensi untuk bisa jadi atlet.

"Setiap daerah itu rata-rata ada 200 orang yang berpotensi. Ini semuanya atlet muda yang belum pernah ikut," bebernya.

Setelah melakukan penjaringan, NPCI Pusat akan melakukan klasifikasi dan yang memenuhi standar akan dibawa ke training camp. Namun setiba di training camp tidak akan langsung lolos karena para atlet akan tetap dipantau serta dilihat perkembangan selama ikuti training camp.

"Jadi bila lolos training camp nanti, baru lanjut pelatnas jangka panjang untuk persiapan paralympic Los Angeles 2028," tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Qonitah Ikhtiar Syakuroh #NPCI #Atlet Para Badminton