Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemerintah Inggris Ancam Tuntut Roman Abramovich atas Pembekuan Dana Penjualan Chelsea

Satria Putra Sejati • Rabu, 4 Juni 2025 | 18:06 WIB
Mantan pemilik Chelsea antara tahun 2002-2022, Roman Abramovich
Mantan pemilik Chelsea antara tahun 2002-2022, Roman Abramovich

RADAR JOGJA - Inggris mengancam akan membawa mantan pemilik Chelsea, Roman Abramovich, ke pengadilan atas pembekuan dana sebesar £2,5 miliar (55 triliun) dari hasil penjualannya atas klub sepak bola tersebut, yang akan disumbangkan kepada para korban perang Rusia di Ukraina.

Inggris memberikan sanksi kepada Abramovich dalam sebuah tindakan keras terhadap oligarki Rusia setelah invasi Moskow ke Ukraina pada tahun 2022, yang memicu penjualan klub Premier League yang terburu-buru dan pembekuan dana.

Inggris ingin dana tersebut hanya digunakan di Ukraina sejalan dengan desakan Eropa yang lebih luas agar Moskow menanggung biaya atas kematian dan kehancuran yang dipicu oleh invasinya.

Abramovich menginginkan fleksibilitas yang lebih besar dan ingin agar dana tersebut diberikan kepada semua korban.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang jarang terjadi, menteri keuangan Inggris Rachel Reeves dan menteri luar negeri David Lammy mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintah siap untuk meningkatkan upaya untuk mengamankan uang tersebut.

"Pemerintah bertekad untuk melihat hasil dari penjualan Chelsea Football Club mencapai tujuan kemanusiaan di Ukraina, menyusul invasi skala penuh ilegal Rusia. Kami sangat frustrasi karena sejauh ini belum bisa mencapai kesepakatan dengan Tuan Abramovich," kata mereka.

Mereka mengatakan bahwa pintu negosiasi akan tetap terbuka, namun mereka "sepenuhnya siap untuk melanjutkan hal ini melalui pengadilan jika diperlukan."

Seorang pengacara Abramovich di Inggris tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar.

Reuters melaporkan pada bulan Maret bahwa Inggris sedang mempertimbangkan tindakan hukum atas masalah ini.

Di bawah kepemimpinan Abramovich, Chelsea menikmati masa-masa tersukses dalam sejarahnya sebelum klub ini dijual kepada konsorsium yang dipimpin oleh investor AS Todd Boehly dan perusahaan ekuitas swasta Clearlake Capital pada Mei 2022.

Hasil dari penjualan tersebut dibekukan di rekening bank Inggris.

Dana tersebut tidak dapat dipindahkan atau digunakan tanpa izin dari Kantor Penerapan Sanksi Keuangan, badan di kementerian keuangan yang memberlakukan sanksi.

Sebuah wawancara dengan Abramovich (yang pertama kali dilakukannya sejak 2006) akan diterbitkan minggu depan dalam sebuah buku karya Nick Purewal, berjudul “Sanctioned.”

Editor : Satria Putra Sejati
#Menteri Luar Negeri #menteri keuangan #chelsea #korban perang #inggris #rusia #ukraina #roman abramovich