RADAR JOGJA – PSS Sleman masih memiliki harapan untuk bertahan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia atau BRI Liga 1 dengan satu pertandingan tersisa.
PSS akan menantang tuan rumah Madura United dalam pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura pada Sabtu (24/5) mendatang.
Tim berjuluk Super Elja ini kini memiliki 31 poin, selisih dua poin dari Semen Padang di zona aman.
Skema terbaik bagi PSS adalah harus meraih kemenangan atas Madura United, dan terus berdoa agar Arema mengalahkan Semen Padang.
Dilain sisi, andaipun PSS meraih kemenangan dan Semen Padang bermain imbang, maka perolehan poin akan sama. Namun, Kabau Sirah dipastikan bertahan setelah unggul head to head dibanding Super Elja.
Maka secara matematis harapan PSS adalah taklukkan Madura United dan kekalahan bagi Semen Padang.
Super Elja sendiri menatap pertandingan pamungkas musim ini dengan motivasi tinggi setelah catatan positif, tiga kemenangan beruntun,
Setelah kekalahan dari dari Persib Bandung 3-1 pada 26 April lalu, PSS menjelma menjadi tim yang lebih baik dengan mengalahkan PSM Makassar 3-1, PSIS Semarang 1-2 dan Persija Jakarta 2-1.
Peluang PSS untuk meraih kemenangan di laga terakhir juga meningkat dengan tidak adanya daftar pemain yang absen untuk melawan Madura United, selain Fachruddin Aryanto dan Phil Ofosu Ayeh.
“Tidak ada pemain yang terkena akumulasi kartu atau cedera lainnya, tentu ini kabar yang menggembirakan. Namun, ini juga menyulitkan karena saya harus memilih siapa saja yang dibawa. Saya akan memilih pemain terbaik untuk menghadapi laga terakhir musim ini,” ujar pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra.
Editor : Satria Putra Sejati