Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jamie Vardy Resmi Tinggalkan Leicester City Setelah 13 Tahun, Dua Kali Degradasi, Satu Kali Juara Liga Inggris

Satria Putra Sejati • Jumat, 25 April 2025 | 17:32 WIB
BAHAGIA: Abdul Fatawu dan Jamie Vardy rayakan gol bagi Leicester City saat taklukkan Southampton 5-0 (ig lcfc)
BAHAGIA: Abdul Fatawu dan Jamie Vardy rayakan gol bagi Leicester City saat taklukkan Southampton 5-0 (ig lcfc)

RADAR JOGJA - Jamie Vardy akan meninggalkan Leicester City di akhir musim, klub Liga Inggris yang telah terdegradasi itu mengkonfirmasi pada hari Kamis.

Vardy telah mencatatkan dirinya ke dalam cerita bersejarah Leicester selama 13 tahun memimpin tim, mencetak 198 gol dalam 495 penampilan dan memainkan peran penting dalam kemenangan gelar juara Liga Inggris yang ajaib di tahun 2016.

Pemain internasional Inggris ini juga telah mengoleksi Piala FA, Community Shield dan dua gelar Championship bersama the Foxes, dan telah dipuji sebagai ‘pemain terhebat yang pernah ada’ dalam pernyataan klub.

“Saya telah berada di sini begitu lama sehingga saya benar-benar tidak pernah berpikir ini akan berakhir, jadi ini tidak hanya sangat sulit bagi saya untuk menulis tetapi juga keputusan yang sangat sulit untuk diambil,” kata Vardy dalam sebuah video yang dipublikasikan di media sosialnya.

"Leicester City telah menjadi rumah kedua saya, keluarga besar dan hidup saya selama 13 tahun. Klub, kota, orang-orangnya sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Ini adalah tempat yang telah membentuk kehidupan anak-anak kami yang sangat beruntung bisa menyebut Leicester sebagai rumah untuk waktu yang lama. Namun bagi saya, sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal," lanjutnya.

Musim terakhir Vardy bersama Leicester bukanlah musim yang berkesan, dengan degradasi klub yang sudah dipastikan. Tim asuhan Ruud van Nistelrooy berada di peringkat 19 dengan hanya 18 poin, dan pertandingan terakhir Vardy bersama klub adalah pada tanggal 18 Mei melawan Ipswich Town.

Ia menegaskan bahwa ia belum ingin mengakhiri karirnya.

“Satu-satunya penyesalan saya, dan saya sangat terpukul dengan hal ini, adalah bahwa saya tidak mengucapkan selamat tinggal kepada Anda (para penggemar) setelah musim yang jauh lebih baik,” tambah Vardy.

"Ini bukanlah cara yang saya inginkan untuk mengakhiri karier saya di sini,” lanjutnya.

"Ini bukan pensiun. Saya ingin terus bermain dan melakukan hal yang paling saya sukai: Mencetak gol. Semoga ada beberapa lagi untuk Leicester antara sekarang dan akhir musim dan lebih banyak lagi di masa depan. Saya mungkin telah berusia 38 tahun, namun saya masih memiliki keinginan dan ambisi untuk meraih lebih banyak lagi," jelasnya.

Vardy hanya mencetak tujuh gol untuk Leicester musim ini, dengan musim terbaiknya untuk klub terjadi pada 2015-16 ketika ia menjalin hubungan yang luar biasa dengan Riyad Mahrez dalam perjalanan menuju gelar juara liga yang mengejutkan. Leicester diunggulkan 5000:1 saat memasuki musim ini.

“Jamie sangat unik,” kata pimpinan Leicester City, Aiyawatt Srivaddhanaprabha.

"Dia adalah pemain yang spesial dan orang yang lebih spesial lagi. Dia memiliki tempat di hati semua orang yang terhubung dengan Leicester City, dan dia tentu saja memiliki rasa hormat dan kasih sayang saya yang paling dalam,” imbuhnya.

“Atas nama semua orang di Leicester City, saya mendoakan yang terbaik untuk Jamie dan keluarganya di masa depan dan saya tahu para pendukung kami akan bergabung dengan kami untuk memberinya perpisahan yang layak di akhir musim ini,” tegasnya.

Editor : Satria Putra Sejati
#liga inggris #leicester city #Aiyawatt Srivaddhanaprabha #jamie vardy #the foxes