RADAR JOGJA - Ruben Amorim bersikeras bahwa Rasmus Hojlund bukan satu-satunya yang harus disalahkan atas masalah Manchester United dalam mencetak gol, dan juga mendesak anggota tim lainnya untuk bertanggung jawab di depan gawang.
Hojlund bersalah karena melewatkan sebuah peluang emas pada babak kedua saat Wolves menang 1-0 di Old Trafford pada Minggu (20/4) malam, ketika ia gagal mengonversi umpan silang dari Alejandro Garnacho ke tiang gawang.
Kini hanya satu gol dari hampir 30 jam bermain sepak bola bagi striker Denmark itu, yang baru tiga kali mencetak gol di Premier League/ Liga Inggris sepanjang musim ini.
“Saya pikir jika Anda melihat pertandingan, kami memiliki beberapa pemain yang melewatkan peluang besar, bukan hanya Rasmus,” kata Amorim.
“Tentu saja, Rasmus, permainannya adalah untuk mencetak gol karena dia adalah seorang striker, tetapi ini adalah masalah tim. Saya sudah mengatakan itu. Tim kami harus mencetak lebih banyak gol, bukan hanya Rasmus yang melewatkan peluang,” imbuhnya.
Tekanan terhadap Hojlund semakin bertambah setelah Joshua Zirkzee harus absen di sisa musim ini karena cedera hamstring.
Amorim ditanya apakah pemain berusia 22 tahun itu perlu dikeluarkan dari tim agar mentalnya pulih dari penampilan buruknya.
Namun pelatih asal Portugal ini mengisyaratkan bahwa ia akan tetap memainkan Hojlund dengan harapan sebuah gol dapat mengembalikan kepercayaan dirinya.
“Satu-satunya cara yang saya tahu adalah melatihnya dan memperlihatkan video-video kepadanya,” ujar Amorim.
“Seperti yang Anda katakan, dia perlu mencetak gol dan dia tidak akan mencetak gol jika dia tidak berada di dalam tim, jadi saya mencoba mengaturnya selama pertandingan. Dia perlu mencetak gol, itu saja, seperti yang dibutuhkan oleh seorang striker,” tegasnya.
Setan Merah diperkirakan akan mencoba memecahkan masalah mencetak gol mereka dengan mendatangkan striker baru di musim panas. Mereka telah dikaitkan dengan Liam Delap, Victor Osimhen dan Ollie Waktins. Namun, Amorim percaya bahwa masalahnya lebih dalam.
Baca Juga: Spesial Hari Kartini, Perempuan Bisa Nikmati Transportasi Umum di Jakarta dengan Tarif Rp 0 – Rp 1
“Ini adalah masalah tim,” katanya.
“Tentu saja, kami memiliki gagasan tentang apa yang dibutuhkan tim ini, tetapi juga para pemain yang kami mainkan, kami memainkan setidaknya tiga pemain di depan untuk mencetak gol dan kami memiliki pemain tengah yang bisa melakukannya,” jelasnya.
“Semua tim perlu mencetak lebih banyak gol dan Anda memiliki peluang dengan para gelandang dan penyerang. Kami harus berkembang sebagai sebuah tim karena jika Anda tidak mencetak gol di liga ini, mustahil untuk memenangkan pertandingan,” pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati