Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Leicester City Resmi Menjadi Tim Kedua Yang Terdegradasi dari Liga Inggris, Keputusan Mahal Penunjukkan Ruud van Nistelrooy

Satria Putra Sejati • Senin, 21 April 2025 | 18:20 WIB
Kekecewaan pemain Leicester City yang telah terdegradasi usai kekalahan atas Liverpool di King Power Stadium
Kekecewaan pemain Leicester City yang telah terdegradasi usai kekalahan atas Liverpool di King Power Stadium

RADAR JOGJA - Leicester telah terdegradasi dari Premier League/ Liga Inggris Setelah kekalahan 1-0 dari Liverpool di King Power Stadium pada Minggu (20/4) malam.

The Foxes menjadi tim kedua yang memastikan diri terdegradasi ke Championship, bergabung dengan Southampton di kasta kedua Inggris musim depan.

Tim asuhan Ruud van Nistelrooy telah menjalani musim yang sulit dan membuat mereka kesulitan untuk bersaing dengan tim-tim di sekitar mereka.

Leicester telah melewati 12 laga tanpa mencetak gol kandang dan hanya memenangkan satu dari 19 pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris saat mereka memastikan diri terdegradasi.

Ini merupakan degradasi kedua bagi the Foxes dalam tiga tahun, menjadi tim yang terus berjuang dalam waktu kurang dari 10 tahun setelah memenangkan gelar Liga Inggris dan Piala FA.

Leicester memulai musim dengan Steve Cooper sebagai pelatih, namun memecat pelatih asal Wales tersebut setelah hanya 12 pertandingan Liga.

Keputusan itu menjadi berita utama setelah muncul video yang menunjukkan para pemain Leicester berpesta di sebuah klub malam di samping papan bertuliskan “Enzo, aku merindukanmu”, yang tampaknya mengisyaratkan mantan manajer Enzo Maresca.

Cooper akan segera digantikan oleh legenda Manchester United, Van Nistelrooy, sebuah keputusan yang akan terbukti mahal.

Di bawah asuhan Cooper, Leicester hanya pernah turun satu kali ke posisi 16 di liga, tidak pernah jatuh ke zona degradasi saat mereka menang dua kali, imbang empat kali dan kalah enam kali dari 12 pertandingan liga.

Sementara kedatangan Van Nistelrooy membuat sang juara bertahan tahun 2016 jatuh ke zona degradasi, di mana mereka tetap berada di sana sejak bulan Desember.

Dan legenda MU ini juga telah mengalami banyak kontroversi, termasuk pemecatan Harry Winks dan Jannik Vestergaard yang mengejutkan para staf dengan membawa anjingnya saat latihan.

Baca Juga: Menteri Olahraga Arab Saudi: Mohamed Salah Cocok dengan Identitas Saudi Pro League, Dia Adalah Superstar

Pelatih asal Belanda ini hanya berhasil meraih dua kemenangan di liga atas Tottenham dan West Ham, kehilangan hampir 80 persen dari pertandingan liga yang ia tangani selama menangani klub.

Sebagai perbandingan, Cooper dipecat setelah memperpanjang rekor tanpa kemenangannya menjadi lima pertandingan.

Tim yang bermarkas di King Power ini juga mengalami beberapa kekalahan besar di sepanjang musim ini.

Kekalahan telak 4-0 dari Brentford, Everton dan Newcastle merupakan titik terendah bagi para penggemar the Foxes yang belum pernah melihat tim mereka menang atau mencetak gol di kandang sendiri di liga sejak tahun 2025.

Faktanya, mereka bahkan menjadi tim pertama dalam sejarah sepak bola profesional Inggris yang kalah dalam delapan pertandingan kandang secara beruntun tanpa mencetak satu gol pun.

Namun, Leicester akan didukung oleh kesuksesan mereka di Championship musim lalu, di mana mereka mengumpulkan 97 poin untuk menjadi juara dalam sebuah musim yang dominan.

Editor : Satria Putra Sejati
#liga inggris #leicester city #premier league #the foxes #ruud van nistelrooy #terdegradasi #Steve Cooper #championship