RADAR JOGJA - Legenda Real Madrid, Marcelo mengatakan bahwa mantan klubnya tidak dapat dianggap remeh saat mereka berusaha untuk remontada atau membalikkan ketertinggalan 3-0 atas Arsenal di leg kedua babak perempat final Liga Champions pada Kamis (17/4) dini hari.
Sepasang tendangan bebas yang menakjubkan membantu Arsenal mengejutkan Real Madrid di Emirates pekan lalu, membuat tim asuhan Carlo Ancelotti harus mendaki gunung.
Namun, Marcelo, yang telah memenangkan lima gelar Liga Champions bersama Los Blancos, mengatakan bahwa tidak ada tugas yang terlalu berat bagi klub.
“Anda tidak akan pernah bisa menghapus Real Madrid,” kata Marcelo.
“Meskipun tiga gol adalah jumlah gol yang banyak, namun saya selalu berpikir tentang Real Madrid dan memiliki keyakinan bahwa mereka akan kembali. Real Madrid adalah Real Madrid dan mereka selalu kembali,” imbuhnya.
Marcelo sedang berada di Meksiko minggu ini untuk bermain di Club Legends Clasico bersama para mantan pemain Real Madrid dan Barcelona.
“Leg kedua akan berlangsung di Bernabeu, para pendukung akan memberikan dukungan dan para pemain yakin hal itu bisa terjadi. Tentu saja kami tidak tahu apa yang akan terjadi, kami memiliki keyakinan dan Real Madrid akan kembali,” ujar Marcelo.
Marcelo menambahkan bahwa kemenangan telah ada dalam DNA para pemain Real Madrid, karena hal itu telah diajarkan kepada mereka sejak pertama kali mereka mengenakan kostum ini.
“Saya kira sejak kami bergabung dengan Real Madrid, kami diajarkan untuk tidak pernah menyerah, dan hal itu telah ada dalam darah kami,” ujarnya.
“Sudah seperti ini selama bertahun-tahun, dan selain dari DNA, juga kerja keras, kerendahan hati, dedikasi setiap hari, dan dukungan para pendukung. Itu semua adalah bagian dari membuat segala sesuatunya berjalan dengan baik,” jelasnya.
Real Madrid, yang akan menjamu Arsenal di Bernabeu, dapat membanggakan rekam jejak untuk bangkit dari posisi yang mereka hadapi, meskipun klub ini belum pernah bangkit dari kekalahan 3-0 di leg pertama.
Tim asuhan Ancelotti melakukan serangkaian kebangkitan yang menentang logika dalam perjalanan menuju gelar Liga Champions pada tahun 2022, termasuk dua gol di menit-menit akhir untuk menyingkirkan Manchester City di semifinal.
Editor : Bahana.