RADAR JOGJA - Rekor penalti sempurna Cole Palmer berakhir pada Minggu (9/3) malam, ketika tendangannya dari titik putih berhasil digagalkan oleh kiper Mads Hermansen dalam pertandingan Liga Inggris/ Premier League Chelsea melawan Leicester City.
Pemain berusia 22 tahun itu, yang kemudian dikatakan oleh pelatih kepala Chelsea Enzo Maresca sedang tidak sehat, melihat tendangan rendahnya diselamatkan dengan baik oleh Hermansen yang menjatuhkan diri ke sisi kirinya untuk menepis tendangan Palmer setelah Jadon Sancho dilanggar di dalam kotak penalti.
Chelsea akhirnya meraih tiga poin berkat tendangan bebas Marc Cucurella yang mengarah ke pojok bawah gawang pada menit ke-60.
Palmer memiliki rekor penalti terbaik dalam sejarah Liga Inggris sebelum usahanya digagalkan di Stamford Bridge.
Rekor 12 dari 12 penalti yang berhasil ia eksekusi membuatnya berada di atas legenda Liga Inggris, Yaya Toure (11 dari 11) dan Dimitar Berbatov (sembilan dari sembilan) dalam daftar sepanjang masa.
“Cole, kemarin tidak berlatih,” ujar Maresca dalam konferensi pers seusai pertandingan.
“Pada malam hari dia merasa tidak enak badan. Dan alasan mengapa ia tidak berlatih kemarin adalah karena ia merasa tidak enak badan. Jadi, pagi ini dia bangun dan dia bertanya kepada saya: 'Saya ingin berada di lapangan untuk membantu tim ini, klub ini untuk bermain di Liga Champions," imbuhnya.
“Jadi dalam dua hari terakhir, dia benar-benar demam dan saya tidak tahu apakah itu sesuatu yang bisa saya katakan dalam bahasa Inggris... Diare. Jadi dalam 48 jam terakhir, dia tidak berlatih dan dia sangat buruk dengan demam dan perasaan tidak enak seperti ini," jelasnya.
Pemain internasional Inggris ini telah berjuang untuk mendapatkan performa terbaiknya akhir-akhir ini. Ia gagal mencetak gol dalam delapan pertandingan terakhirnya di semua kompetisi dan melewatkan sejumlah peluang bagus dalam prosesnya.
Dia mencetak 27 gol dan mengantongi 15 assist dalam musim yang luar biasa musim lalu.
Berbicara menjelang pertandingan Chelsea melawan Leicester, Maresca mengatakan Palmer tidak khawatir dengan minimnya gol yang dicetaknya.
“Ketika Anda mencetak gol, Anda akan lebih senang karena gol Anda membantu tim untuk menang. Tapi secara keseluruhan Cole baik-baik saja. Dia senang,” kata Maresca pada konferensi pers sebelum pertandingan.
“Dia tahu bahwa dia kesulitan mencetak gol pada saat ini, tetapi itu adalah sesuatu yang normal yang dapat terjadi sepanjang musim. Melihatnya selama sesi latihan, Anda tidak akan berpikir bahwa hal itu mempengaruhinya, dia fantastis,” tegasnya.
Sebelum akhir pekan lalu, Palmer merupakan salah satu dari dua pemain dengan tingkat konversi penalti 100% dalam lima musim terakhir di Liga Inggris, sama seperti Callum Wilson.
Editor : Bahana.