RADAR JOGJA - PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan format Liga 2 Indonesia musim depan kembali mengalami perubahan. Kompetisi kasta kedua edisi 2025/2026 nantinya akan menggunakan sistem lebih ramping dengan didukung penerapan Video Assistant Referee (VAR) seperti yang dikutip dari Jawapos.com.
Liga 2 Indonesia 2024/2025 telah selesai. PSIM Jogja keluar sebagai juara usai mengalahkan Bhayangkara Presisi Indonesia FC di final lewat extra time dengan skor 2-1 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/2).
PSIM dan Bhayangkara FC sudah mengunci tiket promosi ke Liga 1 2025/2026. Sementara satu tim lain didapat oleh Persijap Jepara, yang berhasil mengalahkan PSPS Pekanvaru dalam playoff promosi.
Kelolosan tiga tim itu didapat setelah mereka bertarung dengan 23 tim lain, lewat format tiga grup berbeda, dengan masing-masing grup berisikan 8-9 tim. Kemudian 8 tim terbaik dari ketiga grup itu melaju ke babak championship, sementara sisanya bertarung di babak degradasi.
Hasilnya, delapan tim sejauh ini sudah dipastikan terdegradasi. Menyisakan satu tim lagi yang akan turun kasta, yang akan ditentukan lewat playoff degradasi antara Persipura Jayapura vs Persibo Bojonegoro. Artinya total ada sembilan tim yang terdegradasi.
Banyaknya tim yang turun kasta merupakan strategi dari PT LIB dalam menyiapkan rencana baru untuk Liga 2 musim depan. Salah satunya dengan merencanakan format baru.
Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus, menjelaskan bahwa Liga 2 musim depan akan diikuti oleh 20 klub peserta. Kompetisi pun dijanjikan oleh LIB akan lebih kompetitif dibanding musim ini.
"Jumlah peserta Liga 2 ini sekarang sisa 20 klub saja. Nanti format kompetisinya penuh dengan sistem triple round robin dari masing-masing grup baik di wilayah barat dan timur," kata Ferry Paulus.
Saat ini, sudah ada 17 klub yang sudah memastikan bertanding di Liga 2 musim depan. Tiga kontestan sisa merupakan tim-tim yang terdegradasi dari Liga 1 2024/2025.
Ferry menambahkan, setiap klub kontestan Liga 2 musim depan akan bermain sebanyak 27 pertandingan. Mereka yang berada di wilayah yang sama, bakal saling bertemu satu sama lain sebanyak tiga kali.
"Triple round robin itu jadi setiap tim akan bertanding tiga kali. Mereka bertanding kandang, tandang, dan kandang-tandang," ungkap Ferry Paulus.
"Jadi ada sembilan pertandingan sisa selepas kedua tim bertemu. Nah mereka akan diadu lagi dan kami akan menentukan siapa yang bermain di kandang dan tandang," katanya menambahkan.
Baca Juga: Presiden Marseille Pablo Longoria Disanksi Larangan Bertanding Setelah Tuduhan Korupsi
Juara tiap wilayah nantinya berhak melaju final Liga 2 Indonesia. Sementara peringkat kedua masing-masing grup pada klasemen akhir akan bertanding memperebutkan satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan.
"Nah yang posisinya paling bawah di peringkat ke-10 masing-masing grup langsung degradasi ke Liga 3," terang Ferry Paulus.
"Kemudian tim yang berada di posisi kesembilan masing-masing grup juga akan bertanding dalam laga play-off," tambahnya.
Selain itu, Ferry Paulus juga memastikan bahwa Liga 2 musim depan akan menggunakan VAR. "Nah ke depan, kami pasti menggunakan VAR secara keseluruhan untuk Liga 2," kata Ferry.
"Kemudian ini juga semakin hari semakin baik. Awalnya cuma 13, sekarang udah dapet lebih dari 20, dan pasti kami sih yakin itu akan mencapai target," tutupnya.
Editor : Bahana.