RADAR JOGJA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengumumkan technical advisor atau penasihat strategis anyar bagi Timnas Indonesia yakni Jordi Cruyff dalam agenda pres conference pada Selasa (25/2) sore.
Jordi Cruyff sendiri merupakan anak dari legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff.
Meskipun begitu, karir sang anak tidak mampu menyaingi kecemerlangan ayahnya. Namun, Jordi memiliki sepak terjang yang cukup mentereng dengan pernah menjadi bagian dari tim sekelas Barcelona dan Manchester United.
Jordi mengawali perjalanan sepak bolanya dengan menjadi bagian dari Ajax Youth sebelum direkrut Barcelona U16 pada 1 Juli 1988.
Karir Jordi meningkat seiring berjalannya waktu dengan menjadi bagian dari Blaugrana dari kelompok umur 18,19, tim B hingga menjadi tim inti Barcelona pada tahun 1994.
Dua tahun berada di Catalunya, Jordi resmi menjadi bagian dari Manchester United pada tahun 1996 dan kembali ke Spanyol untuk perkuat Celta Vigo pada 1999 sebagai pemain pinjaman.
Setelah masa akhir peminjaman, Jordi dilepas MU ke Deportivo Alaves pada tahun 2000, memperkuat Espanyol pada 2003, De Volewijckers 2004, Metalurg 2006, Valletta 2009 dan akhirnya pension pada tahun 2010.
Setelah itu, dia menjadi assisten pelatih di Valetta (tim terakhir yang dibelanya sebelum pension) selama satu musim.
Selanjutnya, perjalanan manajerial Jordi Cruyff terjadi pada tahun 2010 dengan menjadi Direktur Olahraga AEK Larnaca, Macccabi Tel Aviv pada 2012.
Selain menjadi Dirtek di tim asal Israel tersebut, Jordi pernah diplot sebagai pelatih intertim maupun pelatih kepala hingga pergi pada 2018 dengan menjadi pelatih kepala CQ Dangdai Lif.
Pada tahun 2020, dia juga menjadi pelatih kepala Ekuador meskipun tidak mencatatkan satu pertandingan pun.
Akhirnya dia menjadi pelatih kepala SZ FC setelahnya dan mencatatkan 17 pertandingan sebelum diangkat menjadi penasihat strategis Barcelona pada 2021.
Setahun setelahnya, Jordi diangkat menjadi Dirtek Blaugrana dan jabatan tersebut selesai pada 30 Juni 2023.
Baru, pada Maret 2025 ini, Jordi Cruyff menjadi penasihat strategis Timnas Indonesia.
Editor : Bahana.