Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ange Postecoglou Terkait Pekerjaannya di Tottenham Hotspurs: Siapa Yang Tahu?

Satria Putra Sejati • Senin, 27 Januari 2025 | 15:46 WIB
Pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecolgou terlihat lesu usai kekalahan 3-6 dari Liverpool (Harry Murphy - Getty Images)
Pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecolgou terlihat lesu usai kekalahan 3-6 dari Liverpool (Harry Murphy - Getty Images)

RADAR JOGJA - Pelatih kepala Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou mengakui bahwa pekerjaannya tidak aman setelah tim menelan kekalahan ke-13 di Liga Inggris/ Premier League musim ini melawan Leicester City pada hari Minggu.

Tottenham Hotspur unggul lebih dulu melalui Richarlison di babak pertama, namun Jamie Vardy dan Bilal El Khannouss membalaskan gol dalam waktu lima menit setelah babak kedua dimulai.

Tim asuhan Ruud van Nistelrooy, yang telah kalah dalam tujuh pertandingan liga sebelumnya, bertahan di sisa pertandingan untuk meraih tiga poin penting yang membawa mereka keluar dari zona degradasi dan menambah tekanan pada pelatih the Lilywhites yang melihat rekor tak pernah menang timnya di divisi ini bertambah menjadi tujuh.

Ditanya apakah dia harus tetap berada di kursi panas, Postecoglou mengatakan: “Siapa yang tahu? Sebagian besar orang akan mengatakan tidak," ujarnya.

“Ketika Anda menjadi pelatih klub sepak bola, Anda bisa merasa rentan dan terisolasi, saya tidak merasakannya. Para pemain memberikan segalanya. Saya fokus pada hal itu dan mencoba mendukung para pemain,” imbuhnya.

Mantan bos Celtic ini menambahkan bahwa kekalahan tersebut merupakan kekalahan yang menyakitkan, meskipun ia tidak bermaksud untuk menunjukkan kepada para pengkritik bahwa metodenya berhasil.

“Ya, itu menyakitkan. Sangat menyakitkan. Para pemain memberikan segalanya lagi. Kami akan melihat banyak hal, tetapi dalam hal upaya saya tidak bisa meminta lebih banyak lagi dari grup ini, semuanya tidak berjalan sesuai keinginan kami hari ini,” kata Postecoglou.

“Saya tidak berpikir untuk meyakinkan orang-orang, saya sudah cukup lama di sini dan orang-orang akan menilai di mana kami berada saat ini, yang mana belum cukup baik," lanjutnya.

“Dalam 10 hari ke depan, kami akan mendapatkan beberapa pemain penting yang akan membantu. Kami masih memiliki peluang fantastis untuk memberikan dampak dan saya yakin itu akan terjadi,” jelasnya.

Suasana Tottenham Hotspur Stadium memburuk bahkan sebelum peluit akhir pertandingan dibunyikan, dengan para penggemar di beberapa bagian membentangkan spanduk yang menyerukan perubahan terkait manajer dan di tingkat dewan direksi.

Protes terhadap ketua Daniel Levy semakin keras dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan menurunnya performa tim, meskipun Postecoglou mengatakan bahwa ia mempertimbangkan untuk menyatukan klub sebagai bagian dari tugasnya.

“Ketika saya mengambil peran ini, saya ingin menyatukan klub, fokus pada satu hal. Hal itu tidak berjalan seperti itu. Dapat dimengerti bahwa para penggemar tidak senang dengan situasi ini,” katanya.

“Saya tidak berbicara secara teratur dengan (Levy) dan kami melakukan kontak secara teratur khususnya selama periode Januari. Para pemain dan staf bersatu dalam apa yang sedang kami lakukan. Saya tidak mencoba meyakinkan orang-orang tentang tujuan kami. Dari situlah saya mendapatkan penghiburan untuk mengatakan bahwa kami percaya,” tegasnya.

Tottenham Hotspur berada di urutan ke-15 di klasemen liga dengan 24 poin dari 23 pertandingan, delapan poin di atas zona degradasi.

Mereka akan menghadapi Elfsborg di Europa League pada hari Jumat sebelum bertandang ke Brentford pada pekan depan.

Editor : Bahana.
#liga inggris #leicester city #ange postecoglou #premier league #tottenham hotspur