Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kylian Mbappe Ungkap Alasan Kegagalan Adaptasi di Awal Musim Bersama Real Madrid…

Satria Putra Sejati • Rabu, 22 Januari 2025 | 19:04 WIB
Selebrasi Kylian Mbappe usai mencetak gol ke gawang las Palmas dalam kemenangan 4-1 Real Madrid
Selebrasi Kylian Mbappe usai mencetak gol ke gawang las Palmas dalam kemenangan 4-1 Real Madrid

RADAR JOGJA - Kylian Mbappe mengakui bahwa ia banyak berpikir saat ia berjuang untuk beradaptasi dengan kehidupan di Real Madrid, dan mengatakan bahwa ia tidak bisa lebih buruk lagi sebelum membalikkan penampilannya dalam beberapa pekan terakhir.

Mbappe kini terlihat mendekati performa puncaknya, setelah mencetak 18 gol di semua kompetisi, termasuk empat gol dalam tiga pertandingan terakhirnya.

Namun, di awal musim ia mengaku mencapai titik terendah setelah gagal mengeksekusi dua penalti krusial dalam sepekan, saat menghadapi Liverpool di Liga Champions dan Athletic Club di La Liga.

“Saya terlalu banyak berpikir,” ujar Mbappe.

“Saya beradaptasi, banyak berpikir tentang bagaimana cara bergerak, bagaimana menemukan ruang, apakah saya harus masuk ke zona Vinicius Junior atau Rodrygo. Ketika Anda terlalu banyak berpikir, Anda tidak akan bermain dengan baik,” imbuhnya.

“Itu lebih ke arah mental,” tambah pemain asal Prancis tersebut.

“Secara fisik saya baik-baik saja, senang dengan tim, grup, tetapi saya harus memberikan lebih banyak. Saya tahu itu. Saya berkata pada diri saya sendiri 'sekarang saatnya. Saatnya untuk berubah. Anda tidak datang ke Madrid untuk bermain buruk,” jelasnya.

Mbappe telah memenangkan dua trofi bersama Los Blancos sejak kedatangannya musim panas lalu (Piala Super UEFA dan Piala Interkontinental FIFA) tetapi Real Madrid kalah dalam final Piala Super Spanyol 5-2 dari Barcelona pekan lalu, meskipun Mbappe mencetak gol pembuka yang luar biasa.

“Itu normal. Orang-orang berharap banyak pada saya,” kata Mbappe.

“Saya tidak tersinggung, ini adalah sepak bola. Anda harus tetap tenang dan fokus. Saya tahu situasinya bisa berubah,” sambungnya.

Titik terendah sang pemain terjadi ketika ia gagal mengonversi tendangan penalti di Anfield pada 28 November, dan sekali lagi di San Mamés pada 5 Desember, dan tim kalah dalam dua laga tersebut.

Baca Juga: Hampir Rampung, Pembangunan Kantor di IKN Siap Digunakan Februari 2025: Pejabat Otorita Siap Pindahan Bulan Depan

“Saya adalah pemain yang selalu ingin berbuat lebih banyak,” jelas Mbappe.

“Dan ketika Anda melihat bahwa Anda tidak melakukan itu, itu memengaruhi Anda ... Setelah pertandingan [di Bilbao], saya tahu saya tidak bisa lebih buruk lagi, bahwa saya hanya bisa berkembang,” tegasnya.

Mbappe melanjutkan golnya di final Piala Super dengan gol luar biasa lainnya ke gawang Celta Vigo di Copa del Rey dan kemudian mencetak dua gol ke gawang Las Palmas di La Liga, yang tidak bisa disebut sebagai hattrick karena dianulir wasit karena offside.

“Saya telah berada dalam performa yang baik selama satu bulan, atau satu setengah bulan,” ujar Mbappe.

“Saya memiliki kepercayaan diri penuh untuk hari Kamis melawan Salzburg dalam permainan saya, dan tim,” pungkasnya.

Editor : Bahana.
#real madrid #liga champions #la liga #kylian mbappe