RADAR JOGJA – Masa depan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dalam tanda tanya besar setelah kegagalan total di Piala AFF atau ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024.
Timnas Indonesia hanya menurunkan rata-rata pemain muda atau U22 dan harus terhenti langkahnya di fase grup.
Skuad Garuda hanya mampu meraih satu kemenangan, satu kali imbang dan dua kekalahan.
Kepastian tidak lolosnya Timnas Indonesia terjadi saat menjamu Filipina di Stadion Manahan, Solo dimana takluk dengan skor 0-1 dimana skuad Garuda bermain dengan 10 pemain.
Setelah kegagalan itu, muncul pro kontra apakah Shin Tae-yong masih berhak bertahan di Timnas Indonesia atau tidak.
Setelah itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkapkan PSSI melakukan rapat Exco beberapa hari lalu.
Hal itu diutarakan setelah bertemu dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Perkembangan terbaru, salah satu anggota komite eksekutif (Exco) PSSI muncul dengan pernyataan mengejutkan. Yakni mengunggah ucapan terima kasih kepada pelatih asal Korea Selatan seolah akan berpamitan.
Exco PSSI yang dimaksud adalah Khairul Anwar. Dia mengunggah ucapan terima kasih kepada Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia.
“Terima kasih STY atas kebersamaannya selama ini. Kamu tetap menjadi bagian sejarah transformasi sepakbola Indonesia,” tulis Khairul dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @kairulanwar_1.
Unggahan itu menimbulkan tanda tanya besar dan spekulasi. Salah satunya adalah ungkapan itu sebagai bentuk pamitan PSSI kepada Shin Tae-yong.
Selain itu, opini ini jadi bola liar di media sosial saat ini.
Anggota Exco PSSI lain pun akhirnya buka. Dia adalah Vivin Cahyani. "Belum ada keputusan resmi dari PSSI," katanya seperti yang dikutip dari Jawapos.com, Minggu (5/1).
Di satu sisi, Vivin mengatakan bahwa fokus PSSI saat ini adalah mewujudkan target yang ada, yakni lolos Piala Dunia 2026.
"PSSI jelas punya target besar menuju ke Piala Dunia, perlu dukungan semua pihak untuk bertransformasi menuju ke yang lebih baik dari segala sisi," jelas Vivin Cahyani, Exco PSSI bidang sepak bola perempuan.
Editor : Bahana.