Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inter 2-0 Atalanta, Brace Dumfriez Antarkan Nerazzurri ke Final Supercoppa Italiana, Gasperini Eksperimen?

Satria Putra Sejati • Jumat, 3 Januari 2025 | 16:27 WIB
Selebrasi Denzel Dumfries setelah antarkan Inter kalahkan Atalanta dan capai final Supercoppa Italiana
Selebrasi Denzel Dumfries setelah antarkan Inter kalahkan Atalanta dan capai final Supercoppa Italiana

RADAR JOGJA - Dua gol dari Denzel Dumfries membawa Inter meraih kemenangan 2-0 atas Atalanta di Riyadh pada Jumat (3/1) dini hari, untuk mencapai final Supercoppa Italiana/ Piala Super Italia, di mana sang juara bertahan Serie A akan berusaha memenangkan trofi untuk keempat kalinya secara beruntun.

Di final hari Selasa, Inter akan bertemu dengan pemenang semifinal kedua hari Sabtu antara Juventus dan AC Milan.

Sementara pelatih Inter, Simone Inzaghi, menurunkan 11 pemain terkuatnya, pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, yang tidak diperkuat pencetak gol terbanyak, Mateo Retegui, akibat cedera, secara mengejutkan menempatkan Ademola Lookman dan Charles De Ketelaere di bangku cadangan.

Babak pertama berakhir tanpa gol, sebagian besar berkat kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, yang pertama kali menggagalkan peluang Lautaro Martinez dengan penyelamatan refleks dari jarak dekat.

Carnesecchi kemudian melakukan penyelamatan ganda, menepis tendangan keras Martinez, lalu dengan cepat bangkit untuk menghentikan upaya Federico Dimarco dari bola mentah.

La Dea memiliki satu peluang bagus di babak pertama, berkat upaya sundulan yang buruk dari bek Inter, Alessandro Bastoni, yang memberikan ruang bagi Giorgio Scalvini untuk menyundul bola dari jarak dekat, namun masih melambung tinggi di atas mistar gawang Yann Sommer.

Setelah jeda, Nerazzurri memaksakan beberapa tendangan sudut di awal babak pertama, dan memimpin ketika bola jatuh ke kaki Dumfries di dalam kotak penalti.

Dengan posisi membelakangi gawang, pemain asal Belanda ini mengontrol bola dengan sundulan sebelum melepaskan tendangan salto ke dalam gawang.

Gasperini merespons dengan memasukkan Lookman dan De Ketelaere, serta Ederson, namun justru Inter yang berhasil mencetak gol kedua melalui serangan balik ketika Atalanta mulai terlihat berbahaya.

Umpan silang Dimarco gagal diantisipasi oleh Mehdi Taremi dan jatuh ke kaki Dumfries, yang melepaskan tendangan first-time yang membuat Carnesecchi tidak memiliki peluang karena bola membentur mistar gawang.

“Kami tahu betapa sulitnya menghadapi Atalanta, mereka hanya memberikan sedikit ruang bagi kami,” ujar Bastoni.

“Dalam situasi seperti ini, talenta individu harus bersinar dan hari ini Denzel melakukan hal tersebut,” sambungnya.

Martinez seharusnya bisa membawa Inter unggul saat menerima umpan dari Dimarco dan tinggal menaklukkan kiper lawan, namun lagi-lagi ia tak mampu menaklukkan Carnesecchi.

Nerazzurri hampir saja harus membayar mahal beberapa menit kemudian ketika Ederson mencetak gol, namun gol tersebut dianulir karena offside dan pada masa tambahan waktu, giliran Sommer yang tampil heroik dengan melakukan penyelamatan ganda atas tembakan Berat Djimsiti dan Lookman.

Martinez masih sempat melakukan beberapa kesalahan, namun Inter berhasil mengatasi La Dea yang mungkin membayar harga atas pemilihan tim awal mereka.

“Kami memiliki banyak pemain. Kami telah menjalani perjalanan yang sangat berat di liga dan ini adalah waktu yang tepat untuk menguji para pemain yang belum banyak bermain sejak awal,” ujar Gasperini.

“Saya tidak meremehkan kompetisi ini, kami mencoba untuk menang dan menemukan tim yang sangat kuat. Kami membuat terlalu banyak kesalahan,” tegasnya.

Editor : Bahana.
#simone inzaghi #Denzel Dumfries #Supercoppa Italiana #atalanta #piala super italia #inter #gian piero gasperini