BANTUL - Klub Sepatu Roda Nine Speed Bantul menyelenggarakan Kejuaraan Sepatu Roda Piala Menpora RI 2024 di Stadion Sultan Agung, Bantul. Kejuaraan yang juga menggandeng Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) ini berlangsung sejak 26-29 Desember.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Meikhawati mengatakan, kejuaraan ini merupakan gelaran kedua. Event pertama digelar pada 2018, sebelum pandemi Covid-19. Gelaran kedua ini diikuti oleh 79 klub sepatu roda dari 20 provinsi di Indonesia dengan total peserta sekitar 600 atlet.Dia menyebut, angka tersebut adalah rekor peserta terbanyak dalam sejarah kejuaraan nasional antarklub.
"Menunjukkan antusiasme yang tinggi, khususnya dari klub-klub luar Jawa yang begitu termotivasi untuk berkompetisi," ujarnya kepada Radar Jogja, Sabtu (28/12/2024).
Tak hanya dari DIY dan Pulau Jawa saja, kejuaraan ini juga menarik minat klub-klub sepatu roda dari luar Pulau Jawa. Seperti Palembang, Siak, Jambi, Riau, Medan, Makassar, Kendari, hingga Kalimantan Timur.
Meikhawati menyebut, kehadiran klub-klub dari luar Jawa memberikan warna tersendiri dalam ajang ini. Kejuaraan Piala Menpora 2024 ini juga menyediakan kesempatan bagi atlet luar Jawa untuk berlomba dalam kategori khusus, seperti lomba 300 meter untuk tim luar Jawa.
Selain itu, di event ini terdapat dua kasta yang memotivasi atlet untuk terus berkompetisi. “Liga 1 jadi ajang utama bagi atlet berprestasi, sementara Liga 2 memberi kesempatan bagi atlet yang belum berhasil di Liga 1 untuk tetap bertanding,” jelasnya.
Kejuaraan ini menggelar 12 nomor lomba dengan fokus utama pada nomor speed. Terdapat empat nomor individu dalam kategori speed, yaitu dua nomor jarak pendek, satu nomor jarak menengah, dan satu nomor jarak jauh. Kemudian ada nomor lomba berpasangan dan beregu dalam kategori speed. Serta nomor lomba dalam kategori standard yang terdiri dari dua nomor individu dan satu nomor tim.
Peserta yang mengikuti kejuaraan ini berasal dari berbagai kelompok umur. Mulai dari kategori usia 3 tahun di kelas pemula. Di dalam kompetisi ini, terdapat beberapa kelompok umur (KU), antara lain: KU A (6-8 tahun), KU B (8-9 tahun), KU C (9-11 tahun), KU D (11-13 tahun), serta kategori junior dan senior.
“Setiap kategori usia memperebutkan juara 1, 2, dan 3, dan juga penghargaan MVP untuk putra dan putri. Lalu ada penghargaan juara umum klub di setiap kategori, baik di nomor speed maupun standard,” beber Meikhawati.
Dia berharap kejuaraan ini dapat dapat digelar secara rutin setiap tahunnya. Selain sebagai sarana kompetisi, ajang ini juga dinilai dapat mendorong para atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. “Diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengembangkan olahraga sepatu roda di Indonesia,” katanya.
Ketua KONI DIY Djoko Pekik Irianto memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang bekerja sama dengan Porserosi dalam menyelenggarakan event ini. Menurut Djoko, kejuaraan ini sangat penting dalam upaya memompa prestasi atlet dari berbagai daerah menuju tingkat prestasi nasional. "Sangat penting untuk memotivasi dan mengembangkan kemampuan atlet dari berbagai daerah menuju prestasi nasional," ujarnya.
Dia menuturkan, dengan semakin banyaknya event seperti ini, diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi dan membina prestasi para atlet. Khususnya dalam olahraga sepatu roda.
Ketua Porserosi Bantul Nur Subiantoro menambahkan, event semacam ini diharapkan bisa digelar secara rutin. Sebab dinilai bisa memberikan stimulus kepada anak-anak untuk menyukai olahraga sepatu roda. “Di sisi lain, kami sendiri juga ada event-event yang dilakukan di tiap kecamatan,” ucapnya. (tyo)
Editor : Sevtia Eka Novarita