RADAR JOGJA – Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes menceritakan kisah pilu yang dialami oleh kakek dan neneknya yang lahir di Indonesia.
Sebelum menceritakan itu, Jay mengungkapkan bahwa kakeknya baru saja meninggal dunia bulan lalu atau pada bulan November.
Pemain Venezia itu sendiri merupakan pilar penting di lini pertahanan Timnas Indonesia setelah resmi menjadi WNI.
Dalam podcast Youtube dari chanel The Haye Way yang dibawakan oleh Neal Petersen dan Thom Haye, Jay mengatakan bahwa kakeknya lahir ketika Indonesia dijajah jepang.
“Ketika lahir pada tahun 1939, Indonesia saat itu diduduki Jepang. Jadi Kakek saya dibesarkan di panti asuhan,” ujar Jay.
“Saya pikir dia tinggal sekitar 10 tahun disana,” sambungnya.
Jay menilai hidup kakeknya saat sangatlah tidak berada sebelum akhirnya pindah ke Belanda.
“Anda tahu, dia benar-benar datang dari ketiadaan (bisa dibilang miskin atau tidak punya apa-apa). Bersama Nenek dan bibi akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Belanda,” jelasnya.
Setelah resmi memperkuat Timnas Indonesia, Jay mengungkapkan bahwa keluarganya sangatlah bangga dengan apa yang telah diputuskan.
“Ya, Tentu saja sangat bangga,” kata Jay.
Bahkan, Kakeknya pernah bercerita saat dia tidak memiliki uang untuk menonton pertandingan.
“Dia bercerita tentang saat masih muda, dia tidak memiliki yang, jadi dia memanjat tembok untuk menonton pertandingan sepak bola,” tegasnya.
Kakek Jay Idzes sendiri merupakan orang asli Semarang dan Neneknya dari Jakarta.
Editor : Bahana.