SLEMAN - Tim putra SMA Olifant Jodia berhasil memastikan diri untuk menantang sang juara bertahan SMA Bopkri 1 Jogja (Bosa) di babak Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2203 D.I Jogjakarta.
Kepastian itu di dapat usai anak-anak Gajah Demangan Olifant ini mengalahkan SMA Kolese De Britto pada babak fantastic four dengan skor 68-59, Kamis (7/11/2024) malam.
Pada babak fantastic four atau semifinal ini kedua tim baik tim Olifant Jogja ataupun tim De Britto bermain sangat seru.
Kedua tim sangat berambisi dan mati-matian untuk memenangkan laga semifinal ini demi melaju ke babak Final Party.
Tim putra SMA Olifant Jogja yang ingin menorehkan sejarah baru di Honda DBL with Kopi Good Day 2203 D.I Jogjakarta berhasil mengungguli permainan anak-anak De Britto dari kuarter pertama dan kedua.
Sementara anak-anak De Britto yang juga ingin masuk ke babak final dan mendapat dukungan penuh dari ribuan suporternya juga tidak mau kalah.
Sehingga, Nathanael Brandon dan kawan-kawan berhasil menyamakan kedudukan dan bahkan mengungguli tim Olifant pada kuarter ketiga.
Akan tetapi tekan serta semangat yang kuat untuk memenangkan pertandingan dari anak-anak Olifant tidak mampu dibendung oleh tim De Britto pada kuarter keempat.
Yowel Son Vandera dan kawan-kawan mampu melihat celah dan memanfaatkan kelenggahan tim De Britto.
Alhasil pada kuarter terakhir ini Sang Gajah Demangan Olifant berhasil kembali mengguguli tim De Britto.
Sehingga tim besutan dari Risdianto Roeslan Roeslan ini berhak melaju ke babak Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2024 D.I Jogjakarta.
"Luar biasa pertandingan yang bagus dengan intensitas tinggi dan saya rasa kedua tim juga menampilkan permainan terbaik dan maksimal. JB juga luar biasa performanya juga. Anak-anak Olifant juga fight luar biasa jatuh bangun. Artinya ini semifinal yang di mana untuk mencari yang terbaik. Sayangnya salah satu harus kalah," ucap Risdi usai pertandingan.
Risdi berpesan kepada para anak asuhnya supaya tidak cepat berpuas diri atas kemenangan dan berhasilnya lolos ke babak final ini.
Sebab ia masih melihat ada banyak kekurangan dan pembenahan yang harus dibenahi untuk menuju ke babak final nanti.
"Kami masih bermasalah di free throw, dan box out. Jadi waktu defend, kami bermasalah di komunikasi. Sehingga kami masih banyak kecolongan di situ. Kalau saya yang terpenting dua itu, kalau yang lainya sih masalah mental. Karena kedua tim bertarung bukan hanya dengan fisik tapi juga mental," lontarnya. (ayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva