Pada laga perdana melawan SMA Santa Maria (Stama), Kinan, sapaan akrabnya, mencetak double-double dengan 18 poin dan 11 rebound, menunjukkan bahwa ia siap membawa BOSA bersinar di musim ini.
Namun, di balik prestasinya di dunia basket, Kinan memiliki latar belakang yang mengesankan dalam olahraga bela diri.
Sejak kecil, Kinan memulai perjalanan olahraganya di Taekwondo sebelum akhirnya beralih ke Hapkido, di mana ia berhasil mencapai prestasi internasional.
“Dari kecil tuh aku diikutin taekwondo dulu sebetulnya. Terus pas kelas 5 SD pindah ke hapkido karena diajak pelatih taekwondo. Ini sebelum aku basket. Aku baru basket waktu masuk SMA kelas satu,” ujar Kinan.
Kecintaannya pada basket muncul saat ia menonton pertandingan DBL Yogyakarta 2022 antara SMA Stella Duce 1 Yogyakarta dan SMA Olifant Yogyakarta. Inspirasi dari pertandingan itu mendorong Kinan untuk mulai bermain basket dan melanjutkan pendidikannya di BOSA.
“Semenjak itu aku ikut latihan basket sama nambah ikut klub juga. Akhirnya milih sekolah di BOSA. Terus Kak Monica Selvi (alumnus Stece dan DBL All-Star 2023) juga yang menginspirasi aku di basket. Gokil banget mainnya,” katanya.
Prestasi Kinan di Hapkido sangat mengesankan.
Ia pernah menjuarai berbagai kejuaraan nasional dan internasional, termasuk juara satu di Hapkido Hongkong Online Open 2021 kategori Hosinshul Authorized.
“Puji Tuhan dapet juara satu waktu itu di Hongkong Online Open. Jadi itu pas pandemi kejuaraannya secara online gitu. Cuman Seni atau jurus aja kategori yang dipertandingkan,” tambahnya.
Selain itu, Kinan juga meraih:
- Juara 2 Indonesia Martial Art Games 2023 cabang Hapkido kategori Daeryun under 59 kilogram
- Juara 1 Kejuaraan Daerah Hapkido DIY 2024 kategori Daeryun
- Best player Kejuaraan Daerah DIY 2024 Junior-senior
- Juara 1 Kejuaraan Nasional IV Hapkido Semarang 2019 kategori Daeryun
Meski langkah Kinan dan tim BOSA terhenti di perempat final Honda DBL with Kopi Good Day Yogyakarta 2024 setelah kalah 28-48 dari SMA Olifant Yogyakarta, semangatnya sebagai student athlete tetap membara.
Kinan terus membagi waktu antara latihan basket dan Hapkido, meski terkadang harus mengorbankan momen bersama tim.
“Biasanya habis latihan basket itu kita makan bareng. Tapi, aku sendiri jarang ikut karena selalu ada kegiatan latihan kayak latihan Hapkido itu. Enjoy sih akunya,” cetusnya.
Gabriela Kinanthi membuktikan bahwa semangat dan ketekunan dapat membawanya berprestasi di berbagai bidang olahraga, menjadikannya panutan sebagai atlet muda yang multitalenta.
Editor : Bahana.