RADAR JOGJA - Vinicius Junior mengecam penghinaan rasis yang ditujukan kepada para pemain Barcelona oleh para penggemar saat derbi El Clasico sebagai hal yang mengerikan setelah La Liga menyatakan telah melaporkan insiden tersebut kepada polisi dan jaksa penuntut kejahatan kebencian.
Rekaman video yang tersebar di media sosial memperlihatkan Lamine Yamal dihina saat ia melakukan selebrasi bersama rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol ketiga Barcelona dalam kemenangan 4-0 atas Real Madrid di Santiago Bernabeu.
“Apa yang terjadi kemarin di Bernabeu dengan hinaan rasis itu sangat mengerikan,” tulis Vinícius di X.
“Tidak ada tempat bagi para penjahat ini di masyarakat kita,” imbuhnya.
“Semua dukungan saya kepada Lamine, Ansu dan Raphinha. Saya tahu bahwa Real Madrid dan polisi akan bertindak untuk mengidentifikasi dan menghukum mereka yang bersalah!,” lanjutnya.
Sebelumnya, La Liga telah menggambarkan pelecehan rasis tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat ditolerir.
“La Liga akan segera melaporkan penghinaan dan gerakan rasis yang ditujukan kepada para pemain Barcelona kepada Kelompok Kejahatan Kebencian Kepolisian Nasional, serta menginformasikan kepada Jaksa Penuntut Kejahatan Kebencian Koordinasi dengan Unit Kejahatan Kebencian dan Diskriminasi di Kejaksaan Agung Negara,” kata liga itu dalam sebuah pernyataan.
“LaLiga mengutuk keras kejadian yang terjadi di Santiago Bernabeu dan tetap teguh dalam komitmennya untuk memberantas segala bentuk perilaku rasis dan kebencian di dalam dan di luar stadion. Tidak ada tempat bagi momok ini dalam olahraga,” imbuh pernyataan itu.
Real Madrid juga mengutuk tindakan tersebut dan mengatakan bahwa sebuah penyelidikan sedang dilakukan.
“Real Madrid mengutuk keras segala bentuk perilaku yang melibatkan rasisme, xenofobia atau kekerasan dalam sepak bola dan olahraga, dan sangat menyesalkan penghinaan yang dilakukan oleh beberapa penggemar tadi malam di salah satu sudut stadion,” demikian pernyataan resmi Real Madrid.
“Real Madrid telah membuka investigasi untuk mencari dan mengidentifikasi para pelaku penghinaan yang sangat disesalkan dan tercela ini, untuk mengambil tindakan disipliner dan hukum yang tepat,” jelas pernyataan itu.
Pemerintah Spanyol menambahkan bahwa komisinya yang bertanggung jawab untuk memerangi kekerasan, rasisme dan kejahatan kebencian lainnya dalam olahraga akan bertemu pada hari Senin untuk menganalisa kejadian di Bernabeu.
“El Clasico adalah salah satu tontonan terbesar di dunia, sebuah ekspresi nyata dari pentingnya sepak bola di negara kita,” kata pemerintah.
“Selama pertandingan ini, atau dalam acara olahraga apapun, tidak akan pernah ada ruang bagi ekspresi kekerasan, rasisme, xenofobia, kebencian atau intoleransi,” tegasnya.
La Liga telah melakukan upaya bersama untuk menangani pelecehan rasis yang ditujukan kepada para pemain oleh para penggemar dalam beberapa tahun terakhir, dengan sejumlah kasus-kasus besar yang melibatkan Vinícius.
Pada bulan Juni, tiga orang fans dinyatakan bersalah karena melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius dalam sebuah pertandingan di stadion Mestalla, Valencia pada bulan Mei 2023, yang merupakan vonis pertama yang pernah dijatuhkan di Spanyol.
Pada awal pekan ini, La Liga mengadakan sebuah konferensi bersama dengan pemerintah daerah Madrid untuk mengatasi rasisme, prasangka dan diskriminasi dalam sepak bola.
Liga telah menyerukan reformasi hukum untuk memberikan kekuatan tambahan untuk menangani kasus-kasus pelecehan rasis secara langsung.
Insiden yang ditujukan kepada Yamal terjadi saat sang pemain sayap merayakan gol dalam kemenangan telak 4-0 Barcelona, di mana Robert Lewandowski dan Raphinha juga mencetak gol.
Kemenangan tersebut membuat Barcelona unggul enam poin di puncak klasemen La Liga.
Editor : Bahana.