RADAR JOGJA – Fiorentina bakal menjamu AS Roma dalam lanjutan Serie A/ Liga Italia di Stadio Artemio Franchi pada Senin (28/10) dini hari.
La Viola telah berada dalam performa terbaiknya sejak akhir September, sedangkan Giallorossi masih mencari konsistensi.
Meskipun kebobolan lebih dulu, Fiorentina berhasil mempertahankan awal yang sempurna di Conference League musim ini, saat finalis yang pernah dua kali kalah ini mengalahkan tim asal Swiss, St Gallen.
Hanya beberapa hari setelah menghancurkan 10 pemain Lecce 6-0 di Serie A, La Viola membukukan kemenangan beruntun di turnamen klub kasta ketiga UEFA, dengan Jonathan Ikone mencetak dua gol pada babak kedua untuk meraih kemenangan 4-2 di Swiss.
Setelah memulai musim liga pertama mereka di bawah asuhan pelatih Raffaele Palladino dengan tiga hasil imbang dan satu kekalahan, mereka telah membalikkan keadaan akhir-akhir ini.
Pemain baru musim panas Danilo Cataldi dan Andrea Colpani sama-sama mencetak dua gol akhir pekan lalu, dan di seluruh kompetisi, Fiorentina kini telah mencetak 14 gol dalam empat pertandingan terakhir mereka.
Klub asal Tuscan ini juga telah meraih 10 poin dari 12 pertandingan terakhir di Serie A, di mana mereka kini dapat mencatatkan tiga kemenangan beruntun untuk pertama kalinya sejak tahun lalu.
Namun, Fiorentina akan menghadapi pertandingan ini setelah hanya memenangkan dua dari 12 pertandingan liga terakhir mereka melawan Roma, dengan kedua pertandingan musim lalu berakhir imbang.
Di sisi lain, sejarah juga tidak berpihak pada Roma, karena mereka hanya meraih satu poin dari tiga kunjungan terakhir mereka ke Florence, terakhir kali mereka mencatatkan clean sheet di Stadio Franchi pada tahun 2014.
Seperti tuan rumah, Giallorossi merupakan pemenang di Eropa pekan ini, dengan gol penalti Artem Dovbyk di babak pertama atas sesama tim Ukraina, Dynamo Kyiv, yang mengamankan poin maksimal untuk pertama kalinya dalam tiga percobaan.
Roma mungkin masih tertinggal di belakang musuh lama dan pemimpin klasemen Liga Eropa, Lazio namun kemenangan akan sangat melegakan bagi sang pelatih baru, Ivan Juric.
Setelah kalah dari Elfsborg, bermain imbang dengan Monza, kemudian mengalami kekalahan kandang 1-0 atas sang juara Liga Italia, Inter Milan akhir pekan lalu, sang pelatih yang menggantikan sang pahlawan klub, Daniele De Rossi, mendapat banyak kecaman dari para penggemar dan media.
Baca Juga: Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Gotong Royong Kota Magelang, Ini yang Dibeli dari Pedagang
Sekarang, fokusnya harus beralih untuk menambah perolehan 10 poin di Serie A, yang merupakan perolehan terendah Roma pada tahap ini dalam satu musim sejak 2010.
Mantan pelatih Genoa dan Torino ini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk bergabung dengan klub eksklusif yang memiliki lebih dari 300 poin di divisi utama Italia, ia akan sangat senang untuk melewati catatan tersebut.
Head to head:
11/03/2024 Fiorentina 2-2 AS Roma
11/12/2023 AS Roma 1-1 Fiorentina
27/06/2023 Fiorentina 2-1 AS Roma
16/01/2023 AS Roma 2-0 Fiorentina
10/05/2022 Fiorentina 2-0 AS Roma
Prediksi susunan pemain:
Fiorentina (4-3-2-1):
De Gea (GK); Dodo, Comuzzo, Ranieri, Gosens; Adli, Cataldi, Bove; Colpani, Kouame; Kean
AS Roma (3-4-2-1):
Svilar (GK); Mancini, Ndicka, Angelino; Celik, Cristante, Kone, Zalewski; Pellegrini, Dybala; Dovbyk
Baca Juga: Tak Bereksperimen Lagi, Seto Turunkan Winning Team PSIM Jogja saat Menjamu Persekat Tegal
Prediksi:
Melihat kebangkitan Fiorentina akhir-akhir ini, mereka seharusnya menjadi unggulan, namun Roma telah memiliki kebiasaan mencetak gol di menit-menit akhir dan dapat meraih satu poin.
Giallorossi telah mencetak 63% gol mereka setelah satu jam pertandingan musim ini, jadi mereka dapat mengakhiri rekor tuan rumah sebagai satu-satunya tim yang belum pernah kebobolan dalam 30 menit terakhir.
Editor : Bahana.