RADAR JOGJA – PSS Sleman resmi melakukan pergantian di sisi kepelatihan dengan pemutusan kerja sama dengan Wagner Lopes dan mendatangkan pelatih asal Brasil lainnya, Mazola Junior.
Bukan tanpa alasan pergantian yang dilakukan managemen di sisi kepelatihan, dalam tujuh pertandingan pembuka BRI Liga 1, PSS hanya mampu meraih lima poin dari satu kemenangan, dua imbang dan empat kekalahan.
Keputusan ini diambil dengan harapan mampu membawa Laskar Sembada bangkit dari keterpurukan dimana kini bertengger di dasar klasemen dengan koleksi 2 poin.
Mazola Junior sendiri mengatakan terima kasih atas kepercayaannya dan mendapatkan kesempatan menjadi pelatih PSS.
“Datang jauh-jauh dari Brasil mendapatkan sambutan yang hangat seperti bagian dari keluarga, saya ucapkan terima kasih kepada PSS Sleman,” ucap pelatih 59 tahun itu.
Pelatih Bernama lengkap Uiles Geraldo Goncalves de Freitas Junior itu menjelaskan alasan utamanya menerima pinangan dari Laskar Sembada.
Dia telah merasakan atmosfer sepak bola di Liga Jepang, dan dia menilai perkembangan sepak bola di Asia, khususnya di Indonesia telah menarik perhatian para pelatih internasional.
“Hal ini menjadi daya Tarik tersendiri bagi saya sebagai pelatih. Saya melihat banyak potensi disini (PSS) untuk mengembangkan prestasi bagi tim,” imbuhnya.
Mazola menambahkan hal pertama yang akan dia lakukan untuk membawa Laskar Sembada bangkit adalah dengan meningkatkan rasa percaya diri para pemain.
Pelatih kelahiran Campinas, Brasil itu sudah melihat beberapa pertandingan PSS di BRI Liga 1, dan menyimpulkan bahwa para pemain masih bisa berkembang.
“Apa yang sudah dilakukan pemain di lapangan cukup baik. Namun mereka masih bisa lebih baik lagi dan hanya membutuhkan rasa percaya diri dan optimisme ketika pertandingan,” tegas Mazola.
Editor : Bahana.