Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Didier Deschamps Kekeh Berpegang Teguh dengan Rencananya Jelang Melawan Belgia Meskipun Tumbang Ditangan Italia

Satria Putra Sejati • Senin, 9 September 2024 | 17:57 WIB
Para pemain Prancis rayakan kemenangan atas Portugal di babak adu penalti dan kunci satu tiket semifinal EURO 2024
Para pemain Prancis rayakan kemenangan atas Portugal di babak adu penalti dan kunci satu tiket semifinal EURO 2024

RADAR JOGJA - Pelatih Prancis, Didier Deschamps tetap berpegang pada rencananya untuk melakukan beberapa perubahan dan merotasi susunan pemain untuk pertandingan kedua Nations League A grup 2 melawan Belgia di Groupama Stadium.

Prancis mengalami kekalahan 3-1 dari Italia di Paris dalam awal yang buruk untuk kampanye Nations League mereka, namun Deschamps menegaskan hal ini tidak akan menghalangi dia untuk tetap berpegang pada rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

“Enam pertandingan Nations League harus digunakan untuk memperkenalkan pemain baru dan mendistribusikan waktu bermain,” ucap Deschamps.

“Jika kami memiliki jadwal yang berbeda dan bermain di kualifikasi Piala Dunia, saya tidak akan memilih jalur ini, itu sudah pasti. Namun saya memilihnya karena saya percaya bahwa kami harus melaluinya,” lanjutnya.

Setelah dua laga pembuka Nations League, Les Blues akan menghadapi Israel dan Belgia bulan depan, dan menutup pertandingan Grup A2 melawan Israel dan Italia pada November.

Deschamps mengatakan ia mencari reaksi positif atas kekalahan dari Italia, di mana Prancis sempat unggul dalam 20 detik namun akhirnya kalah.

“Saya tidak bisa puas dengan pertandingan melawan Italia, begitu pula para pemain. Besok adalah pertandingan lain, konteks lain, tim yang berbeda dengan kewajiban yang sama,” jelas pelatih 55 tahun itu.

“Jalan yang saya ambil adalah memberikan waktu bermain sebanyak mungkin kepada sebanyak mungkin pemain. Berapa pun waktu bermainnya, selalu ada tekanan, Anda harus tampil sebaik mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, Belgia masih terluka setelah tersingkir dari Euro 2024 di tangan Prancis, dengan manajer Domenico Tedesco merasa bahwa mereka menunjukkan terlalu banyak rasa hormat saat kalah di babak 16 besar pada musim panas ini di Dusseldorf, Jerman.

“Di Euro 2024, itu adalah pertandingan yang ketat melawan Prancis. Kami bisa saja menang,” kata Deschamps.

Belgia memulai kampanye mereka dengan kemenangan 3-1 atas Israel secara tertutup pada hari Jumat di Debrecen, Hongaria, di mana mereka telah mengalihkan pertandingan karena alasan keamanan.

Editor : Bahana.
#domenico tedesco #Prancis #belgia #Les Blues #didier deschamps