Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perubahan Status Pelajar Buat Kabupaten Magelang Peringkat 22 Popda Jateng, kepala Disparpora Beri Penjelasan

Naila Nihayah • Selasa, 2 Juli 2024 | 08:10 WIB
BERPRESTASI: Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto usai mengalungkan medali kepada para pemenang, Senin (1/7/2024).
BERPRESTASI: Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto usai mengalungkan medali kepada para pemenang, Senin (1/7/2024).

 

MUNGKID - Para atlet Kabupaten Magelang tampil kurang mengesankan pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2024 di Semarang. Alhasil, peringkat dalam klasemen akhir merosot menjadi 22. Padahal pada 2023 lalu, Kabupaten Magelang menduduki posisi ke-12.

Pada Popda Jateng 2024 ini, Kabupaten Magelang mengirim sebanyak 70 atlet untuk bertanding di 17 cabang olahraga (cabor). Seperti karate, tinju, wushu, sepak takraw, taekwondo, hingga pencak silat.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Mulyanto mengakui, tahun ini prestasi para atlet yang berlaga pada Popda Jateng mengalami penurunan cukup drastis.

Baca Juga: Sukses Olah Sampah secara Mandiri dengan Insenerator dan Bank Sampah, Warga Bangunrejo Gelar Merti Kampung

Baca Juga: Korban Kasus Jual Beli Apartemen Malioboro City Kembali Unjuk Rasa, Desak Pengembang Segera Diproses Hukum

"Tahun lalu, kami berada di peringkat 12 dengan mengantongi tujuh emas, tujuh perak, dan empat perunggu," sebutnya, Senin (1/7).

Sementara tahun ini, kata dia, hanya meraih tiga medali emas, sembilan perak, dan lima perunggu. Raihan medali tersebut membuat peringkat Kabupaten Magelang turun ke urutan 22. Mulyanto menyebut, tiga medali emas yang diperoleh pada ajang Popda Jateng itu berasal dari cabor tinju, wushu, dan sepak takraw. Untuk cabor tinju putra, dipersembahkan oleh Galih Bima Sejati siswa SMAN 11 Semarang asal Salaman.

Sedangkan medali emas dari cabor wushu putra diraih oleh Yamada Prian Aldofa siswa SMPN 1 Tempuran. "Yang mengejutkan justru medali emas dari cabor sepak takraw putri Refatria Pungkasari dari SMAN 2 Magelang serta Safila Yuniyadi dari MAN 2 Magelang," katanya.

Baca Juga: Hotel Yellow Star Sleman Kebakaran, Dua Orang Sempat Terjebak di Dalam Hotel

Baca Juga: Curhat ke Komisi 4 DPR RI, Warga Lestarikan Hutan di Kalibiru tapi Tak Dapat Hasil Sepeserpun, Berawal dari Krisis 1998 Warga Kesulitan Peroleh Pangan

Mulyanto menambahkan, dari cabor bulu tangkis tahun ini tidak dapat memanfaatkan peluang untuk memperebutkan medali. Karena atlet yang dijagokan jatuh sakit sebelum turun bertanding. Meski sang atlet juga telah berada Semarang.

Dia menyebut, para atlet peserta Popda dari tahun ke tahun cenderung selalu berganti karena dipengaruhi oleh faktor umur. "Misal, atlet pelajar tingkat SMP dan berprestasi ketika kelas 9, tetapi tahun berikutnya bisa sudah melanjutkan ke jenjang SMA/SMK," imbuhnya.

Ketika ikut Popda, praktis atlet tersebut akan menghadapi lawan yang lebih senior di kelasnya. Begitu halnya atlet yang semula masih kelas 12 tingkat SMA. Begitu hendak bertanding di event yang lebih tinggi, statusnya sudah berubah menjadi mahasiswa.

 

Padahal pada Popda tingkat eks Karesidenan Kedu lalu, Kabupaten Magelang membawa pulang 47 medali dari beberapa cabor. Ternyata, bekal itu tak cukup untuk menyabet predikat yang lebih baik dari tahun lalu. Mulyanto berharap, Popda Jateng 2024 ini dapat menjadi evaluasi saat gelaran yang akan datang. "Prestasi ini sudah membanggakan. Ke depan, atlet harus terus bersemangat dan berlatih dengan giat," ungkapnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#jateng #Kabupaten Magelang #pelajar #Atlet #Disparpora #Popda