JOGJA - Satu-satunya atlet DIY Cabang olahraga (Cabor) Karate yang berhasil lolos di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 adalah Nataniel Abimanyu.
Nataniel Abimanyu berambisi meraih medali emas di PON 2024 mendatang.
Nataniel Abimanyu ingin menorehkan sejarah baru untuk DIY.
Dia akan bermain pada nomor Kumite Putra -75 Kilogram di ajang yang akan dihelat pada 8-20 September 2024.
Meski oleh pelatihnya, ia ditargetkan bisa menyabet medali perunggu dalam ajang bergengsi itu.
Namun secara pribadi, ia ingin merebut kemenangan dengan membawa pulang medali emas.
"Kesempatan masih ada, beberapa yang harus diperbaiki, saya harus lebih berusaha keras lagi. Berdoa dan fokus di PON," katanya, Rabu (15/5/2024).
Evaluasi, kata dia masih perlu dilakukan.
Sebab, ia merasa masih banyak "kecolongan" dalam penampilannya.
Kendati demikian, Abimanyu semakin percaya diri dan menemukan kenyamanannya untuk bertanding.
PON XXI Aceh-Sumut merupakan pengalaman pertama bagi Abimanyu untuk unjuk gigi, membuktikan kemampuan dan prestasinya.
Ia pun bersyukur bisa masuk dan menjadi perwakilan atlet Cabor Karate di DIY.
Menurutnya ini kesempatan emas, menggapai impiannya.
Selain berlatih keras, tak kalah penting bagi Abimanyu untuk mempersiapkan mental.
"Semoga sampai ke PON progres saya akan semakin meningkat. Saya benar-benar harus berusaha ekstra dua kali lebih keras. Karena masih banyak kekurangan-kekurangan yang mungkin soal mental," katanya.
Saat ini Abimanyu menjalani latihan minimal sepuluh kali dalam satu Minggu.
Dia bertekad mengalahkan lawan-lawannya di ajang PON mendatang.
"Saya yakin bisa," tegasnya penuh percaya diri.
Sementara Pelatih Karate PON DIY Irwansyan Ginting menyatakan, secara umum Abimanyu sudah sangat siap untuk berlaga di ajang PON 2024.
Baik siap secara fisik dan mental.
"Semuanya sudah ready. Tinggal penajaman-penajaman aja sama suport orang-orang terdekat yang kami anggap bisa memberikan motivasi lebih," jelasnya.
Tak hanya itu saja, Irwansyan Ginting juga menegaskan lawan terberat Abimanyu di PON 2024.
Yakni, Joshua Kandou. Dia merupakan seorang atlet Tim Nasional (Timnas) senior asal Jawa Timur.
Joshua Kandou satu-satunya peraih medali perunggu di Asian Games untuk Indonesia.
Akan tetapi sebagai pelatih, Ginting tetap optimis.
Sebab sebelumnya Abimanyu sendiri sudah ketemu dengan kompetitor kelas -75 Kilogram dari daerah lain pada Kejurnas di Banten lalu.
"Untuk mengantisipasi ini kami akan ambil dua tryout. Dan Abi juga sudah punya pengalaman main di luar negeri," ucapnya.
Sama seperti Abimanyu, Ginting sendiri juga memiliki target ingin melebihi medali perunggu. Karena pihaknya ingin memecahkan rekor prestasi yang belum terpecahkan di ajang PON.
"PON ini atlet DIJ tertinggi hanya bisa meraih perunggu dan itu bisa dihitung sebelah jari. Dan kami tahun ini mencoba sejarah baru," cetusnya.
Tak hanya itu saja, Ginting juga melihat progres Abimanyu semakin bagus.
Kalau dilihat secara penguasaan lapangan Abimanyu sudah bisa menguasai semua bentuk pola permainan lawan.
Artinya lebih dominan untuk membuat strategi lawan bisa masuk ke perangkapnya.
Ginting mengungkapkan walaupun teknik Abimanyu waktu di pra-PON lalu masih Fifty-Fifty.
Namun untuk persiapan di PON kali ini polanya sudah lebih matang.
Jadi untuk mengkondisikan lawan itu bisa selalu masuk di posisi yang sulit.
Dan progres feeling timing-nya juga sudah semakin tepat.
"Untuk antisipasi cedera yang jelas kami coba latihan dalam bentuk soft. Terus kalau untuk sparing cenderung dengan kontrol. Jadi yang kami antisipasi ketika di tryout," tandasnya. (ayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva