Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banyak Konflik Kepengurusan Pengda Cabor, KONI DIY Ketir-Ketir Jelang PON

Heru Pratomo • Kamis, 2 Mei 2024 | 15:30 WIB

 

Keterangan Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi KONI DIY Nolik Maryono saat mendampingi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) FPTI DIY.Dokumen KONI DIY
Keterangan Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi KONI DIY Nolik Maryono saat mendampingi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) FPTI DIY.Dokumen KONI DIY
 

 

RADAR JOGJA - Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi KONI DIY Nolik Maryono menyebut belakangan ini ada beberapa permasalahan yang terjadi dalam organisasi olahraga di DIY. Dan berbagai permasalahan itu ternyata saat ini cukup marak.

"Sengketa dalam organisasi olahraga belakangan ini memang cukup marak," katanya (1/5).

Nolik mencontohkan permasalahan tersebut seperti adanya salah satu Pengurus daerah (Pengda) Cabang olahraga (Cabor) yang sudah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) tetapi tidak diakui oleh Pengurus Pusatnya (PP). Sehingga dari hal tersebut sampai saat ini Pengda tersebut masih menggantung kejelasan organisasinya.

 

"Jadi Pengda tersebut sampai sekarang belum ada atau terbentuk. Padahal sudah satu tahun lebih masa baktinya hampir habis," katanya.

Lalu ada juga organisasi yang lain yang saat ini sudah sampai ke pengadilan. Karena dalam Musda ada dua Pengurus Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) yang mempermasalahkan Musda itu dab dibawa ke ranah hukum karena menurut mereka Musda itu ilegal atau menyalahi aturan yang ada atau tidak sama seperti yang ada di AD-ART.

Sebenarnya dari adanya permasalahan tersebut KONI DIY sudah khawatir, karena mengingat sebentar lagi para Cabor itu akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Sebab bisa jadi Pengda Cabor yang bermasalah itu ada atletnya yang lolos PON. Sehingga nanti takutnya Cabor tersebut dicoret dan tidak boleh ikut untuk tampil di PON mendatang.

"Tentu kalau organisasinya ini tidak berjalan atau vakum tidak ada kepengurusannya bisa jadi itu akan dicoret dan tidak jadi peserta PON," tegas Nolik.

Dan belajar dari hal tersebut KONI DIY berharap kepada seluruh Pengurus Pengkab ataupun Pengkot jika ada permasalahan apapun bisa dikomunikasikan langsung ke Pengda masing-masing. Sehingga nanti kalau Pengda mungkin ada kesulitan bisa langsung didiskusikan dengan KONI DIY.

"Kami harapkan semua bisa tertib berorganisasi. Sebab karena dengan tertib organisasi maka itu adalah sebagai dasar agar bisa meraih prestasi yang tinggi," tandasnya. (ayu/pra).

Editor : Satria Pradika
#Pengda #Kabid #PON #cabang olahraga #Pengurus Daerah #Rapat Kerja Daerah #KONI DIY #cabor