RADAR JOGJA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat ini tengah fokus menggodok cabang olahraga (cabor) atletik, khususnya lari. Lantaran memiliki banyak nomor di perhelatan multi event. Seperti yang terlihat pada ajang Borobudur Marathon Powered by Jateng ini.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo menuturkan, Kemenpora memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan skill para atlet. "Kita berharap, ke depan runner-runner Indonesia bisa dinaikkan (kualitasnya). Salah satunya melalui Borobudur Marathon ini," ungkapnya, Minggu (19/11).
Untuk itu, dia menambahkan, Kemenpora bersama Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) bakal terus mengevaluasi gelaran Borobudur Marathon. Sebab, perhelatan ini menjadi satu andalan marathon di Indonesia dan sudah dinantikan para pelari.
Dito mengungkapkan, evaluasi itu selaras dengan cita-cita penyelenggara Borobudur Marathon untuk naik level. Tidak hanya berskala nasional, tapi bisa menembus event internasional. "Pastinya kami bersama PASI selalu berusaha mengevaluasi seluruh penyelenggaraan ini," terangnya.
Pemerintah pusat dan daerah, lanjut dia, juga mendukung penuh kegiatan Borobudur Marathon. Baik dari segi anggaran maupun penyelenggaraan. Termasuk mencari kader atau bibit atlet yang andal. Utamanya melalui kategori Young Talent. PASI juga bisa melakukan pembinaan terhadap bibit atlet muda.
Dia menambahkan, pembibitan atlet muda itu termasuk bagian dari program Kemenpora. Yakni melalui long term athlete development (LTAD) atau pembinaan atlet jangka panjang. "Saat ini, kami sedang membina anak-anak (berpotensi jadi atlet) dari usai 15 hingga 20 tahun," terang Dito.
Selain gelaran Borobudur Marathon, kata dia, Kemenpora tengah menyelenggarakan satu program kejuaraan antarkampung. Rencananya, sebanyak 150 kabupaten/kota yang mengikuti nomor atletik lari 50 meter. "Itu kita mencari anak-anak yang berpotensi di (nomor atletik) lari," sambungnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo