RADAR JOGJA - Lini serang PSS Sleman kurang trengginas. Khususnya, penyerang utama.
Yevhen Bokhashvili belum tokcer. Pemain yang akrab disapa Baha tersebut selalu masuk starting line-up dalam tiga pertandingan PSS. Sayang, bintang asal Ukraina itu belum berhasil membobol gawang lawan.
Kesempatan masih ada. Pertandingan kandang menjamu PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo Jumat (21/7), selayaknya dimanfaatkan Baha untuk menunjukkan potensinya mengoyak jala lawan.
Sekaligus, menjawab kepercayaan pelatih Marian Mihail. Jika berhasil mempersembahkan gol, pasti Baha akan memuat suporter bahagia!
Pengamat sepak bola Ananto Priyatno mengungkapkan, gol menjadi hal yang paling penting bagi Baha musim ini. "Saya pikir, kalau dia bisa memecah telur dengan mencetak satu gol, kemungkinan besar gol-gol berikutnya akan datang dengan sendirinya," jelasnya.
Ananto menyatakan, mencetak gol menjadi modal kepercayaan diri seorang striker. "Kadang bagi striker, ada kalanya butuh sebuah gol awal untuk menciptakan yang berikutnya," tegasnya.
Baha selalu menjadi ujung tombak. Dia main sendirian di depan dengan formasi 3-5-1-1 saat melawan Bali United.
Ketika menghadapi Persis, Baha ditandemkan bersama Jonathan Bustos dan Ricky Cawor dalam formula 3-4-3. Dipasangkan dengan Kei Sano dan Cawor mengisi lini depan pada skema 3-4-3 saat melawat ke kandang Barito Putera.
Ananto meyakini Baha punya modal yang cukup untuk menjadi striker tajam. Terlebih, dia sudah berpengalaman tampil di ajang Liga Indonesia.
"Postur tubuh, stamina, dan pengalaman main di Liga Indonesia sudah ada. Tinggal bagaimana dia menyesuaikan dengan karakter bermain PSS," ungkap Ananto.
Editor : Amin Surachmad