Gregorius Bramantyo• Senin, 10 Juli 2023 | 19:25 WIB
OPTIMISTIS: Pengurus KONI DIJ bersama perwakilan cabor saat pelepasan kontingen tahap keempat menuju BK PON 2023 di kantor KONI DIJ, Kamis (6/7/23).
RADAR JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) kembali melepas atletnya yang akan berlaga dalam ajang Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2023 pada Kamis (6/7/23) lalu di kantor KONI DIJ. Pelepasan ini merupakan tahap keempat setelah sebelumnya tiga kelompok telah terlebih dahulu dilepas untuk mengikuti ajang tersebut.
KONI DIJ melepas kontingen dari enam cabang olahraga (cabor). Keenam cabor itu adalah baseball, softball, binaraga, bermotor, judo dan menembak. Mereka akan bertanding dalam BK PON 2023 bulan Juli ini dan berupaya meraih tiket menuju PON XXI 2024 Aceh-Sumatra Utara (Sumut). Total kontingen dalam pelepasan tahap keempat ini sebanyak 116 personel. Dengan rincian 85 atlet, 21 ofisial, dan 10 mekanik.
Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto berharap agar para atlet tidak perlu berpikir tentang medali di PON saat ini. Menurutnya, mereka sebaiknya fokus untuk bisa lolos di ajang BK PON terlebih dahulu. Karena mereka telah melakukan persiapan dengan matang sejak lama. "Saya yakin masing-masing sudah punya target untuk paling tidak mengalahkan dirinya sendiri dan bisa lolos di BK PON dan nantinya akan berlaga di PON tahun 2024," katanya.
KONI DIJ sudah melakukan persiapan cukup lama. Bahkan untuk beberapa cabor sudah dimulai sejak April 2022. Sedangkan latihan secara masif sebagian besar dimulai pada bulan Januari 2023. KONI DIJ berharap kontingen DIJ bisa membawa hasil maksimal di BK PON. Harapannya, DIJ bisa membawa pasukan yang lumayan besar ke PON 2024 dengan meloloskan minimal 250 atlet. “Dibandingkan dengan saat PON 2021 Papua hanya berangkat dengan 130 atlet. Jadi kami dorong agar bisa lolos dua kali lipat dibanding PON 2021 Papua lalu,” ujar Djoko Pekik.
Per 26 Juni, sudah ada 24 atlet DIJ yang lolos ke PON 2024. Mereka berasal dari cabor atletik, renang lintasan, polo air, dan gateball. Djoko pun berharap, atlet yang dilepas di tahap keempat ini dapat meraih hal serupa. "Harus atur strategi agar bisa menghasilkan performa puncak saat BK PON. Kami harap semua bisa fokus saat BK PON, konsentrasi penuh untuk bisa mencapai target yang diharapkan," ucapnya.
Ketua Tim Satgas Puslatda BK PON KONI DIJ Pramana menjelaskan, enam cabor yang dilepas akan tampil di BK PON dengan jadwal dan tempat berbeda-beda. Softball putra dan putri akan bertanding di Tangerang. Tim putra bertanding pada 23-31 Juli sementara tim putri pada 10-18 Juli. Cabor baseball akan berlaga di Rawamangun, Jakarta Timur pada 31 Juli-8 Agustus. Untuk binaraga, mereka akan bertanding di Bengkulu pada 27-29 Juli. Sedangkan cabor menembak nomor tembak sasaran akan berlaga di Jakarta pada 10-16 Juli.
Sementara cabor bermotor akan turun di dua nomor, yakni balap motor dan grasstrack. Nomor balap motor akan digelar di Sirkuit Sentul pada 24 dan 26 Juli. Nomor grasstrack digelar di Citeureup, Bogor, pada 28 dan 30 Juli. Untuk cabor judo, mereka akan bertanding di Bandung pada 15 dan 17 Juli. Pramana menjelaskan bahwa saat ini sudah memasuki fase kompetisi. Bukan saatnya persiapan lagi. Maka dari itu, para atlet harus siap untuk bertanding. Sebab pertandingan di BK PON cukup berat karena akan menentukan tiket untuk berangkat ke PON 2024. “Apapun alasannya kalian tidak dapat lolos di babak kualifikasi, tentunya tidak akan bisa berangkat ke PON. Terima kasih atas semangat berlatihnya selama ini,” katanya. (tyo/din)