RADAR JOGJA - PSIM Jogjakarta promosi ke Liga 1. Target itu dipancang manajemen tim Laskar Mataram dalam kompetisi Liga 2 mendatang.
Target itu disambut antusias pelatih PSIM Kadang Hartadi. Pelatih yang pernah membawa Kalteng Putra dan Dewa United promosi ke Liga 1 ini mengaku optimistis dengan target yang dicanangkan manajemen. Lolos ke Liga 1.
Kas Hartadi langsung menggeber latihan. Terlebih, waktu yang tersisa hanya dua minggu jelang liga pramusim.
Baca Juga: Latihan Perdana PSIM Ditonton Langsung Brajamusti dan The Maident
Kas akan intensif menggenjot fisik dan taktikal pemain. "Yang penting fokus saja, karena targetnya kan Liga 1," tegasnya.
Skuad PSIM Jogja ditempa di Stadion Mandala Krida Sabtu sore (1/7/2023). Ini latihan perdana di bawah asuhan Kas Hartadi. Tapi, sesi latihan tersebut dihadiri ribuan Brajamusti dan The Maident. Mereka memadati tribun barat sisi utara.
Kas Hartadi menyambut baik dukungan dari para suporter. "Tentu menjadi motivasi bagi saya dan juga pemain dengan banyaknya dukungan seperti ini," jawabnya saat ditanya dukungan dari suporter yang datang di latihan perdana PSIM.
Baca Juga: PSIM Sambut Positif Terpilihnya Erick Tohir
Latihan perdana ini diikuti 26 pemain, termasuk lima pemain dari tim Porda yang ikut berlatih. Ada beberapa muka baru yang belum diperkenalkan secara resmi oleh manajemen. Tapi, Kas mengisyaratkan pemain pilihannya saat ini sudah komplet. "Tinggal pemain asing," ujarnya.
Kas juga tengah mencari pemain muda U-21, untuk menyikapi regulasi baru harus memainkan pemain U-21 minimal 45 menit. Bagaimana pemain porda yang ikut berlatih? "Bagus, anak Jogja yang main juga bagus. Tapi, kan tidak bisa hanya sekali melihat, banyak trial. Mana yang bagus, yang masuk."
Baca Juga: PSIM Pertahankan Lima Penggawa Lama, Pelatih Kas Hartadi Inginkan Pemain Agresif
Untuk pemain lain, secara keseluruhan dia menyebut fisik para pemain tetap terjaga meski sudah beberapa bulan tidak berkompetisi. Meski saat game internal terlihat ada beberapa pemain yang harus mendapatkan perawatan.
Di antaranya, pemain muda lokal Jogja Andriansyah yang harus mengakhiri latihan lebih cepat, karena bertabrakan dengan pemain lain. "Fisik masih terjaga, skill juga bagus," ungkap pelatih asal Solo itu. (tyo/pra)