RADAR JOGJA - PSS Sleman harus puas mengakhiri rangkaian uji coba pramusim tanpa kemenangan. Terakhir, mereka kembali meraih hasil imbang 1-1. Kali ini melawan Persib Bandung di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Minggu (25/6/23). Dua laga sebelumnya, kalah 0-1 dari Borneo FC dan imbang 1-1 dengan Narito Putera.
Persib Bandung berhasil unggul lebih dulu melalui gol yang dihasilkan David Da Silva pada menit ke-47. PSS kemudian mampu menyamakan kedudukan melalui gol Wahyudi Hamisi pada menit ke-78 usai menerima tendangan bebas Jonathan Bustos.
Laga uji coba ini diwarnai aksi pembakaran flare oleh suporter tuan rumah, terutama yang berada di tribun selatan. Akibatnya, wasit Choirudin yang bertugas sebagai pengadil di lapangan terpaksa menghentikan jalannya pertandingan pada menit ke-84. Hal tersebut dilakukan karena asap dari hasil pembakaran flare itu cukup pekat. Asap yang pekat mulai memasuki lapangan dan mengurangi jarak pandang para pemain yang tengah berlaga.
Pelatih PSS Sleman Marian Mihail menyebut, dalam tiga laga uji coba, laga melawan Persib menjadi permainan terbaik anak asuhnya. Menjelang laga ini, tim pelatih PSS Sleman mencoba menyesuaikan taktik dan mengubah formasi. Mihail akhirnya memutuskan untuk mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 di laga ini. Menurutnya, pemain terlihat nyaman dan lebih mengerti dengan taktik baru ini. Terutama untuk Kim Kurniawan dan Wahyudi Hamisi yang menjadi double pivot. “Mereka berdua bertahan dan menyeimbangkan tim di lini tengah dengan baik,” katanya kepada wartawan.
Mihail sendiri sebenarnya tidak percaya bahwa anak asuhnya bisa cepat beradaptasi dengan taktik baru dan bermain baik pada laga ini. Hal itu membuatnya puas. Dia berharap hal itu bisa berlanjut di liga yang akan segera dimulai. Pelatih asal Rumania ini merasa tim sudah berada di jalur yang tepat. Namun dia tidak menjanjikan untuk bisa memberikan sesuatu yang lebih baik. “Tapi dengan bekerja keras tiap harinya, semoga suporter bisa bangga dengan apa yang PSS lakukan ke depannya,” ujarnya.
Dia juga cukup puas dengan penampilan Yevhen Bokhashvili dan Abduh Lestaluhu yang bermain selama 90 menit. Thales Lira juga bermain baik meski mengalami cedera yang tak serius. Hal itu menunjukkan semua pemain sudah siap untuk mengarungi liga. “Saya optimistis kami akan melakukan yang terbaik di lima laga pertama di liga,” ujarnya.
Sesi wawancara antara Mihail dengan wartawan pun sempat mendapat interupsi dari dua suporter PSS yang masuk ke ruang konferensi pers. Mereka berdua berniat menyampaikan kritik kepada manajemen PSS. Namun karena hanya ada Mihail, alhasil dua suporter itu meneriaki dan mengacungkan jari tengah ke pelatih 65 tahun itu. Mihail hanya menanggapinya dengan santai.
Sementara itu, pelatih Persib Bandung Luis Milla merasa senang dengan kerja keras anak asuhnya. Laga uji tanding ini dimanfaatkan timnya untuk mengukur kualitas di segala sektor. Baginya, masih banyak tugas yang harus diperbaiki timnya usai ditahan PSS. “Analisis kami dari musim lalu, kami masih butuh perbaikan di beberapa sektor,” jelasnya.
Meskipun dia mengakui timnya masih memiliki sejumlah kekurangan. Yang terpenting, di laga ini mayoritas pemain bisa bermain bersama. Sehingga dapat menumbuhkan pemahaman antar pemain. Menurutnya, kesepahaman pemain baru dan pemain lama sudah terjalin cukup baik. “Namun itu tetap memerlukan proses agar koneksi antarpemain lebih baik lagi,” tambah pelatih asal Spanyol ini. (tyo/din)
Editor : Satria Pradika