Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seleksi Atlet menuju BK PON 2023, Pengda FPTI DIJ Gelar Kejuaraan Daerah, Diikuti 43 Peserta

Gregorius Bramantyo • Jumat, 23 Juni 2023 | 19:10 WIB

Ilustrasi Panjat tebing
Ilustrasi Panjat tebing
RADAR JOGJA - Pengurus Daerah (Pengda) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panjat Tebing DIJ 2023 di Arena Panjat Tebing kompleks Stadion Mandala Krida, Kota Jogja. Kejurda berlangsung sejak kemarin (22/6) hingga Sabtu (24/6). Kegiatan yang diikuti 43 atlet dari empat kabupaten dan Kota Jogja sekaligus menjadi salah satu ajang untuk seleksi atlet Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2023.


Kejurda ini tujuan utamanya untuk pembibitan dan pembinaan atlet panjat tebing di DIJ secara terus menerus dan berkesinambungan. “Juga untuk menjaring dan menyeleksi atlet-atlet yang akan diterjunkan pada BK PON 2023 di GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, bulan Oktober mendatang," kata Ketua Harian Pengda FPTI DIJ Amarsyah, Kamis (22/6/23).


Kejurda ini sekaligus juga menjadi ajang promosi dan degradasi bagi para atlet yang termasuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) KONI DIJ maupun FPTI DIJ. Kejurda ini diikuti oleh 43 atlet dan 15 ofisial. Rinciannya, empat atlet dari Gunungkidul, enam atlet dari Kulonprogo, 11 atlet dari Sleman, 13 atlet dari Kota Jogja, dan sembilan atlet dari Bantul. “Mempertandingkan enam kelas dari tiga kategori nomor, yakni lead umum perorangan putra dan putri, boulder umum perorangan putra dan putri, serta speed world record perorangan putra dan putri," jelas Ketua Panitia Yunan Satriawan.


Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ Priya Santosa mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Pengda FPTI DIJ atas terselenggaranya kejurda tersebut. Dia berharap kegiatan ini bisa menjadi tolak ukur bagi pembinaan olahraga prestasi cabor panjat tebing di DIJ. Pemda DIJ sendiri punya optimisme yang tinggi terhadap Pengda FPTI DIJ. Karena selain memiliki sarana yakni venue panjat tebing, juga memiliki SDM pelatih, program pembinaan, dan POPDA yang di dalamnya terdapat cabor panjat tebing. “Artinya tentu program di FPTI diharapkan dapat berjalan maksimal," ujar Priya.


Pihaknya juga berencana memasukkan cabor panjat tebing ke dalam program olahraga pendidikan. Salah satunya dengan mengadakan kompetisi tersebut di tingkat kabupaten/kota. Hal itu bertujuan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan khususnya bagi atlet usia dini. Melalui segala kelengkapan yang sudah dimiliki tersebut, dia juga mengajak berbagai pihak, termasuk KONI DIJ dan stakeholder terkait untuk memberikan dukungan secara bersama-sama. “Supaya atlet DIJ semakin tumbuh dan berkembang. Hingga kemudian mendapatkan atlet-atlet potensial guna meraih prestasi di ajang nasional maupun internasional,” imbuhnya.


Pada PON XX Papua 2021 lalu, kontingen panjat tebing DIJ mendapatkan satu medali perunggu melalui nomor speed relay beregu putri. Pada BK PON 2023, FPTI DIJ bertekad untuk meloloskan atlet sebanyak mungkin untuk mewujudkan target minimal satu medali emas pada PON XXI Aceh-Sumatra Utara 2024. (tyo/din)

Editor : Satria Pradika
#FPTI #Pengda #DIJ #PON